Suara.com - Serikat buruh Samsung Electronics mengumumkan akan menggelar mogok kerja pada 8 - 10 Juli mendatang, bertepatan dengan peluncuran ponsel premium terbaru merek asal Korsel itu, yang diduga sebagai Galaxy S25.
Seperti diwartakan Reuters, Selasa (2/6/2024), serikat pekerja Samsung Electronics menggelar mogok kerja untuk menuntut tranparansi soal bonus, cuti dan mendesak agar mereka diperlakukan sebagai mitra yang setara oleh perusahaan.
Pemimpin serikat buruh Samsung Electronics, Son Woo-mok mengatakan pihaknya masih mengatur tentang berapa jumlah buruh yang ikut dalam aksi tersebut.
Menurut para analis, aksi mogok tersebut tidak akan berpengaruh banyak pada perusahaan karena tidak mengganggi produksi cip. Sebagian besar cip Samsung sudah diproduksi secara otomatis.
Tetapi analis lain bilang bahwa pengaruh pada Samsung akan terlihat jika para buruh di pabrik cip ikut terlibat dalam aksi mogok.
"Pabrik cip tak bisa beroperasi dengan buruh pengganti," kata Kim Yang Paeng, analis dari Korea Institute for Industrial Economics and Trade.
Serikat buruh semakin menarik perhatian para pekerja Samsung setelah perusahaan berusaha mencegah dan menakut-nakuti karyawan yang ingin bergabung ke serikat.
Pada Juni lalu, para buruh di pabrik-pabrik Samsung serempak mengambil cuti tahunan setelah digerakkan oleh serikat buruh. Samsung ketika itu mengeklaim bahwa aksi buruh itu tak berdampak terhadap produksi.
"Rencana mogok ini menandai titik balik dalam sejarah Samsung. Ini bisa dimaknai sebagai turunnya loyalitas pekerja, yang dipicu oleh upah dan kompensasi yang lebih rendah dibandingkan dengan karyawan di perusahaan saingan," kata seorang analis di Seoul.
Baca Juga: Samsung Galaxy S25 Dikabarkan Gunakan Prosesor Andalan MediaTek
Aksi mogok ini digelar ketika Samsung pada 10 Juli akan meluncurkan ponsel premium terbarunya, yang diduga sebagai Galaxy S25 di Paris, Prancis. Belum diketahui apakah aksi buruh itu akan berpengaruh pada produksi gawai mewah tersebut.
Berita Terkait
-
Samsung Galaxy A06 dapat Sertifikasi FCC, Bakal Pakai Baterai 5.000 mAh?
-
Galaxy Z Fold 7 dan Ponsel Layar Gulung Pertama Samsung Bakal Dilengkapi Pengenalan Sidik Jari Layar Penuh
-
Demi Saingi iPad, Samsung Galaxy Tab S10 Tawaran Model Plus dan Ultra
-
Cicilan 0% dan Poin Reward Melimpah! Simak Cara Dapat Kartu Kredit BRI Samsung
-
Cara Aktifkan Panel Edge di HP Samsung, Akses Aplikasi Lebih Cepat
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35
-
Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI
-
Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak