Suara.com - Kaspersky telah menambahkan fitur baru ke Kaspersky Who Calls, sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna memerangi spam, penipuan, dan penipuan seluler.
Fungsionalitas baru memungkinkan pengguna memblokir panggilan masuk dari nomor mana pun yang tidak disimpan dalam daftar kontak.
Selain memblokir, Kaspersky Who Calls masih dapat mengingatkan pengguna tentang asal panggilan tersebut.
Fitur ini dapat berguna bagi orang lanjut usia dan anak-anak, untuk melindungi mereka dari potensi penipuan.
Panggilan telepon tetap menjadi salah satu metode utama yang digunakan untuk penipuan dan berbagai laporan dari negara-negara termasuk Malaysia, Inggris, Singapura, dan Australia membuktikan hal ini.
Semua survei ini mengungkapkan bahwa panggilan telepon adalah salah satu dari tiga alat penipuan terbesar di dunia.
Mengingat tren tersebut, penting untuk mengambil langkah proaktif untuk memperkuat privasi dan keamanan pribadi pada perangkat seluler.
Mempertimbangkan tren global dalam keamanan seluler, Kaspersky Who Calls memperkenalkan fitur baru yang memblokir panggilan dari nomor yang tidak terdapat dalam daftar kontak pemilik perangkat, serta dari nomor tersembunyi.
Pembaruan ini merupakan langkah selanjutnya dalam memperkuat perlindungan dari komunikasi yang tidak diinginkan dan potensi penipuan.
Baca Juga: Fitur Baru dengan Pencarian Berbasis AI Hadir di Aplikasi Traveloka 5.0
Setelah mengaktifkan fitur ini, Kaspersky Who Calls secara otomatis memblokir panggilan dari nomor tak dikenal dan segera memberi tahu pengguna.
Pengguna dapat mengatur opsi ini dan memutuskan apakah akan mengaktifkan atau menonaktifkan notifikasi.
Jika nomor yang diblokir dikaitkan dengan entitas yang dikenal seperti bank, pusat kesehatan, perusahaan layanan konsumen, dll., informasi ini akan disertakan dalam pemberitahuan pop-up.
Hal ini memastikan bahwa pengguna tetap mendapat informasi tentang siapa yang mencoba menghubungi mereka, sehingga meningkatkan kontrol dan keamanannya.
Fitur baru ini tersedia di Kaspersky Who Calls versi berbayar.
Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna perlu membuka aplikasi dan masuk ke "Pengaturan" → pilih "Panggilan masuk" → gulir ke "Kategori spam”.
Berita Terkait
-
Ditemukan Lebih dari 36.000 Ancaman Web Menargetkan Bisnis di Asia Tenggara per Hari di 2023
-
Stop Spam! Cara Berhenti Menerima Pesan Promosi di WhatsApp Business
-
Pesan Spam Mengganggu di Android dan iOS? Begini Cara Menghentikannya
-
Ancaman Ransomware Makin Kreatif, Kelincahan Kaspersky Next Bisa Jadi Solusinya
-
Gandeng CITIC-SUEZ, Danareksa Bangun SPAM di Bandung
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
53 Kode Redeem FF 20 Maret 2026 untuk Klaim SG2 Lumut dan Bundle Joker
-
9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
-
Spesifikasi PC Crimson Desert, Game Aksi Open World Terbaru dengan Aksi Brutal
-
Kenapa Sinyal Internet Lemot saat Lebaran? Begini 5 Cara Mengatasinya
-
10 Cara Merapikan Kabel dan Charger agar Tidak Ruwet
-
Saingi MacBook, Laptop Premium Xiaomi Book Pro 14 Dibanderol Rp19 Jutaan
-
5 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan Chipset Snapdragon Terbaik 2026
-
Tak Lagi Rumor, Starfield Bakal Meluncur ke PS5 Bulan Depan
-
Huawei Mate 80 Pro Resmi ke Pasar Global: Andalkan Sensor Premium dan Cincin Kamera Ikonis
-
Arab Saudi Kini Kuasai 10 Persen Saham Capcom, Langkah Agresif Putra Mahkota di Dunia Game