Suara.com - Banyak bisnis kini yang memulai praktik pengiriman pesan promosi melalui WhatsApp, sehingga mengakibatkan banyaknya pesan yang masuk ke kotak masuk pengguna.
Namun, pesan promosi tersebut terkadang mengganggu pengguna dan bisa menjadi spam. Untungnya, pengguna dapat berhenti menerima pesan promosi dari akun WhatsApp Business.
Langkah-langkah yang harus dilakukan saat menerima pesan yang tidak diinginkan dari WhatsApp Business:
1. Blokir
Tindakan ini menambahkan bisnis ke daftar kontak yang diblokir. Setelah diblokir, bisnis tersebut tidak dapat langsung mengirim pesan kepada pengguna, meskipun pengguna tetap memiliki akses ke profil dan katalog bisnisnya.
2. Laporkan
Pengguna memiliki opsi untuk melaporkan bisnis jika pengguna yakin bisnis tersebut melanggar Kebijakan Pesan WhatsApp Business.
Cara berhenti menerima pesan pemasaran dari akun WhatsApp Business
Bisnis tertentu mungkin menawarkan pengguna kesempatan untuk menolak menerima pesan pemasaran dengan memilih tombol "Opt out of marketing messages" dalam antarmuka obrolan dengan bisnis tersebut.
Baca Juga: Tidak Bisa Unduh Foto dan Video WhatsApp? Ini Cara Mengatasinya
Mengaktifkan opsi ini akan memberi tahu bisnis tentang preferensi pengguna untuk menghapus nomor WhatsApp pengguna dari daftar distribusi pemasaran.
Jika fitur ini tidak tersedia atau tidak efektif, pengguna tetap memiliki opsi untuk memblokir bisnis tersebut. Namun jika pengguna memblokirnya, maka pengguna juga tidak bisa mengirim pesan kepada bisnis tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Alun-alun Tegar Beriman Hingga CFD, Ini Sederet Panggung Baru Seniman Bogor
-
Maulid Nabi 25 Agustus, Apakah Hari Kejepit Senin 24 Agustus Libur?
-
Miraculous Brothers: Thriller Fantasi dengan Jejak Misteri Lintas Waktu
-
Kewalahan Melayani Pembeli, Durian Khas Badui Jadi Prima Dona Panen Raya di Lebak
-
Pamer Tuak di Pacu Jalur, TikToker asal Sumut Akhirnya Minta Maaf
-
Bikin Bangga! Bupati Bogor Rudy Susmanto Hadiahi Alat Musik Baru untuk Peseni Cilik Cibungbulang
-
Gun-il Bantah Keluar atas Kemauan Sendiri dari Xdinary Heroes dan Agensi
-
Kapan Waktu Terbaik untuk Melaksanakan Shalat Dhuha? Simak Penjelasan Lengkapnya
-
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Ganggu Negara Tetangga, Mensesneg Bilang Begini
-
HUT ke-81 RI, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Masyarakat Perkuat Semangat Gotong Royong