Suara.com - Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan salah satu perkembangan teknologi yang semakin marak digunakan saat ini. Salah satu produk AI yang paling populer adalah ChatGPT, yang kini menjadi alat untuk setiap kebutuhan pengguna.
Namun, kehadiran AI di tengah dunia digital yang semakin berkembang ini rupanya menimbulkan ketakutan. Sebagian besar pengguna merasa jika AI dapat menggantikan pekerjaan di masa mendatang, sehingga AI dinilai sebagai sesuatu yang mengancam.
Tetapi menurut Esther Irawati Setiawan, GDE Machine Learning & GDG Surabaya Organizer, kehadiran AI justru akan semakin mempermudah banyak orang. Ia mendorong penggunaan AI untuk mengasah kreativitas.
"Kita justru harus aktif menggunakan AI karena tools ini dapat dipakai untuk meningkatkan kreativitas," ucap Esther dalam sesi AI for Small Scale Media di Local Media Summit 2024, Jakarta, pada Rabu (3/10/2024).
Esther menjelaskan bahwa penggunaan AI justru akan mengurangi Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dengan mengotomatiskan proses dan menyediakan hasil yang cepat. Selain itu, AI juga dapat menurunkan biaya operasional.
AI pun menawarkan banyak fungsi. Dalam kasus pembuatan konten berbasis teks, AI dapat membantu pengguna untuk membuat konten tekstual otomatis, menerjemahkan, meringkas dan menganalisis teks, mendeteksi dan mengoreksi kesalahan, chatbot, hingga pembuatan konten kreatif.
Di sisi lain, pengguna juga dapat membuat gambar, ilustrasi, hingga video apa pun menggunakan AI. Bahkan, kini pembuatan podcast bisa dilakukan dengan mudah hanya memasukkan perintah sederhana.
Pekerja media pun bisa memanfaatkan AI untuk pembuatan konten berita dengan memindai data. Cara ini memungkinkan media kecil untuk menyampaikan berita dan konten dengan cepat, bahkan dengan sumber daya yang terbatas.
Kecerdasan buatan juga dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan dan memasarkan konten secara efektif. Platform berbasis AI dapat menjadwalkan dan mengoptimalkan posting media sosial, membantu outlet media kecil tetap aktif di media sosial dengan upaya minimal.
Baca Juga: Wakil Menkominfo Ingatkan Media Jangan Terlena Gunakan AI: Bisa Sebabkan Misinformasi
Namun, pengguna AI juga harus memilah hasil data yang disajikan. Meski begitu, pengguna juga dapat menggunakan alat AI lainnya untuk memeriksa fakta di lapangan. Alat seperti Google Scholar, Crossref, dan PubMed dapat membantu pengguna menemukan artikel dan penelitian ilmiah. Selain itu, alat AI seperti Biasly, Media Bias Fact Check, atau Full Fact dapat dimanfaatkan untuk menilai potensi bias.
Esther menambahkan meskipun AI jauh lebih canggih dan terkesan menakutkan, namun alat tersebut tidak dapat menyamai kreativitas manusia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Trending di Steam, Sea of Remnants Bakal Menjadi Game RPG Gratis Tahun Ini
-
67 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 26 Februari: Sikat Skin Trogon dan Mythos Fist
-
350 Kg Sampah Elektronik Dikumpulkan, LG Gaungkan Gerakan Daur Ulang E-Waste di Indonesia
-
Menanti THR MLBB 2026: Ini Hadiah dan Potensi Skin Gratisnya
-
Samsung Galaxy Buds4 Pro Resmi, Ini Harga dan Spesifikasi Earbuds ANC 24-bit di Indonesia
-
Game Silent Hill: Townfall Hadirkan Horor First-Person yang Mencekam di 2026
-
Trailer Anyar Film Mortal Combat 2 Beredar, Johnny Cage Bergabung ke Pertarungan
-
3 HP Motorola dapat Update Android 17 Beta: Ada Lini HP Murah, Hadirkan Fitur Baru
-
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 di Indonesia: Pakai Chipset Exynos Anyar dan Fitur AI
-
Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia, Spesifikasi Lengkap dan Fitur Galaxy AI Terbaru 2026