- Laporan Kaspersky menunjukkan lonjakan signifikan serangan *phishing* kode QR, dari 46.969 menjadi 249.723 email antara Agustus hingga November 2025.
- Pelaku menggunakan kode QR karena efektif menyembunyikan tautan berbahaya dari deteksi sistem keamanan email tradisional saat dipindai ponsel.
- Kode QR berbahaya sering menyamar sebagai notifikasi HR atau faktur palsu untuk mencuri kredensial sensitif dan menyebabkan kerugian finansial perusahaan.
Suara.com - Ancaman siber terus berevolusi, dan kini kode QR menjadi senjata baru yang paling banyak dimanfaatkan pelaku kejahatan digital.
Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkap lonjakan drastis serangan phishing berbasis kode QR sepanjang paruh kedua 2025.
Para peneliti Kaspersky mencatat, jumlah email phishing yang mengandung kode QR berbahaya melonjak tajam hanya dalam hitungan bulan.
Pada Agustus 2025, deteksi tercatat sebanyak 46.969 email, namun angka tersebut meroket menjadi 249.723 email pada November 2025 atau meningkat lebih dari lima kali lipat.
Lonjakan ini menegaskan perubahan strategi pelaku kejahatan siber yang semakin cerdik dalam mengelabui sistem keamanan maupun pengguna.
Kode QR Jadi Cara Murah dan Efektif Menyembunyikan Ancaman
Menurut para ahli, popularitas kode QR di kalangan penyerang bukan tanpa alasan.
Kode ini dinilai sebagai metode sederhana, murah, dan efektif untuk menyembunyikan tautan berbahaya dari deteksi sistem keamanan email tradisional.
Alih-alih menyematkan URL mencurigakan secara langsung, pelaku menyelipkan kode QR di badan email atau yang kini semakin umum, di dalam lampiran PDF.
Baca Juga: Lebih dari 30 Persen Warga Indonesia Curhat ke AI saat Sedih, Fenomena Baru di Era Digital
Cara ini mendorong korban untuk memindai kode menggunakan ponsel, perangkat yang sering kali memiliki lapisan keamanan lebih lemah dibandingkan komputer kantor.
Kode QR berbahaya ini digunakan baik dalam kampanye phishing massal maupun serangan yang lebih terarah.
Menyamar Jadi HR hingga Faktur Palsu
Setelah dipindai, kode QR tersebut dapat mengarahkan korban ke halaman phishing yang menyamar sebagai portal login layanan populer, seperti akun Microsoft atau sistem internal perusahaan.
Tujuannya jelas yakni mencuri nama pengguna, kata sandi, dan kredensial sensitif lainnya.
Tak hanya itu, banyak serangan menyamar sebagai pemberitahuan palsu dari departemen HR, dengan dalih mendesak karyawan untuk meninjau dokumen penting, mulai dari jadwal cuti, dokumen internal, hingga daftar karyawan yang diberhentikan. Semua jalur ini bermuara pada situs pencurian data.
Berita Terkait
-
Cara Kerja Penjahat Siber Mengeksploitasi Tren Gen Z, Mulai Dari FOMO hingga Fast Fashion
-
89 Akun Pengguna Disney+ di Indonesia Jadi Target Penjahat Siber
-
2025: Era Baru Ransomware, Hacker Incar IoT dan Perangkat Pintar
-
Serangan Siber Memanfaatkan Nama Merek Populer Segmen Keluarga Meningkat 38 Persen dalam Setahun
-
Jenis Serangan Siber Jangka Panjang 35 Persen Melampaui Durasi Satu Bulan di 2024
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak
-
5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal
-
Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai
-
Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol
-
Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan
-
Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital
-
Alasan Wadirut GOTO Catherine Sutjahyo Mundur
-
Boyfriend Material Banget! 5 Inspirasi Outfit Kekinian ala Song Kang
-
5 Rekomendasi Skin Tint SPF 50 untuk Proteksi UV Praktis, Wajah Auto Fresh
-
5 Kebiasaan yang Bikin Kamu Cepat Tua, Sering Dianggap Sepele