Suara.com - Google merayakan half moon atau Bulan paruh terakhir di Oktober lewat doodle yang muncul di halaman awal pencarian pada hari ini, Kamis (24/10/2024). Doodle interaktif ini menampilkan game kartu yang dapat dimainkan untuk menguji pengetahuan pengguna tentang siklus Bulan.
Menurut laman Google doodle, pengguna dapat menghubungkan fase-fase siklus Bulan untuk mendapatkan poin dan melawan Half Moon Oktober dalam game tersebut.
Untuk mengaksesnya, pengguna hanya perlu membuka halaman pencarian Google dan muncul animasi berwarna biru dengan tombol play di tengahnya. Saat tombol tersebut diklik, pengguna akan mendapat arahan cara bermain terlebih dahulu.
"Malam ini menandai Bulan Paruh Akhir untuk siklus bulan Oktober atau disebut 'Bulan Paruh'. Bulan Paruh adalah titik balik dalam siklus Bulan yang mengubah keseimbangan antara cahaya dan kegelapan seperti pergerakan dalam game bertema langit," bunyi keterangan dalam game tersebut.
Untuk bisa menang, pengguna harus memenangkan tiga game berturut-turut untuk mencapai Bulan.
Half Moon sendiri secara ilmiah dikenal sebagai Quarter Moon karena tampak seperti separuh Bulan yang terlihat, namun pada kenyataannya hanya seperempat Bulan yang diterangi cahaya.
Fase Bulan Paruh Akhir terjadi ketika Bulan sudah mencapai tiga perempat putaran, sehingga hanya setengah bagian Bulan yang disinari Matahari. Dari Bumi, Bulan akan terlihat berbentuk setengah lingkaran.
Google doodle ini tidak hanya muncul di Indonesia, namun hampir di seluruh dunia, mulai dari Selandia Baru, Tonga, Timur Leste, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, hingga Inggris.
Seperti yang diketahui, ketika pengguna mengklik ikon kaca pembesar, seluruh artikel yang berkaitan dengan fase Bulan akan muncul di hasil pencarian.
Baca Juga: Screaming Deals, Banyak Game Nintendo Switch Mendapatkan Diskon Besar
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sempat Damai, Tawuran Bukit Duri Pecah Lagi: Lurah Sebut Ada Provokasi Warga Luar
-
Bukan Sekadar Tempat Belanja, Wajah Baru Mal Ini Siap Jadi Destinasi Gaya Hidup yang Lebih Berwarna
-
Satyalancana untuk Dekan Unsoed Dipertanyakan di Tengah Polemik Integritas Akademik
-
Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi
-
Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN
-
Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Fahira Idris: Bang Japar Ajak Warga Jaga Jakarta
-
DPR Soroti Risiko Diskriminasi Bantuan Gempa NTT di Tengah Pilkades
-
Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...
-
DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga