Suara.com - Usai videonya yang dinilai mengolok-olok penjual es teh viral di media sosial, tak sedikit warganet yang kini menguliti jejak digital Gus Miftah atau Miftah Maulana.
Terbaru, publik kembali digegerkan dengan video lawas Gus Miftah yang secara terang-terangan membahas desahan dalam acara kajian di Magelang, Jawa Tengah. Video itu diduga diambil pada September 2024.
Dalam cuplikan video yang diunggah ulang oleh akun X @NyaiNeneng, terekam seorang perempuan berhijab tengah mengobrol dengan Gus Miftah dan Habib Zaidan Yahya. Mulanya, perempuan tersebut tampaknya memamerkan kemampuannya untuk menjadi penyiar.
Ia lalu bertanya kepada Gus Miftah dan Habib Zaidan Yahya apakah dirinya cocok untuk menjadi penyiar.
"Cocok nggak (jadi penyiar)?" tanyanya.
Alih-alih memuji kemampuannya, Gus Miftah justru menyebut jika suara salah satu jamaahnya itu enak didengar dan mengaitkannya dengan desahan.
"Bentar saya kasih tau. Suaranya aja enaknya kayak gitu, apalagi desahannya," ucap Gus Miftah.
Saat Gus Miftah melontarkan pernyataan tersebut, tampak wajah perempuan itu langsung terdiam. Ia kemudian mengatakan bahwa dirinya masih polos.
Namun, lagi-lagi Gus Miftah terdengar menanggapinya dengan gaya bercanda yang dinilai tak pantas.
"Nggak, dia memang polos. Cowok itu memang suka dengan cewek yang polos, baik polos pikirannya maupun polos busananya," kata Gus Miftah.
Sontak, ucapan Gus Miftah dalam video tersebut menjadi sorotan banyak orang. Tak sedikit warganet yang geram dan menilai jika apa yang dilakukan Gus Miftah adalah pelecehan terhadap perempuan.
"Kali ini perempuan yang dilecehkan secara terbuka di depan panggung. 'Suaranya aja enaknya kayak gitu, apalagi desahannya'. Gusti..." cuit pemilik akun.
Beberapa warganet bahkan menyebut jika Gus Miftah dapat dilaporkan atas Tindak Pidana pelecehan seksual.
"Gus kok bercandaannya nggak jauh-jauh dari selangkangan, jijik!" komentar @bud***********
"Bercanda jorok ke perempuan itu kurang pantas, mau lu kenal dekat kek, mau dia mancing duluan kek, mau dia ceplas-ceplos, dll," tambah @swa********
"Ini mah tongkrongan jamet cabu* berkedok pengajian," sahut @sish********
"Yang katanya keturunan Prabu Brawijaya tapi kok kayak gitu ngerendahin perempuan. Nyesek dengernya," timpal @nao******
"Mbaknya yang ada di video, jika mau bisa melapor dengan delik pelecehan verbal. Itu diatur di Pasal 5 UU TPKS, bisa dipidana dan denda Rp 10 juta," tulis @asla**********
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Dolar Melejit, Ini 5 HP Paling Worth It di 2026: Ada yang Cuma Rp1 Jutaan
-
Update Harga HP Baru Rilisan 2026 dari Berbagai Merek, Mulai Rp1 Jutaan
-
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Spesial Akhir Pekan Banjir Rank Up Koin
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Cepat SG2 Golden dan MP40 Cobra
-
Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak