Suara.com - Penelitian baru mengungkapkan bukti yang menunjukkan bahwa pemahaman kita tentang asal-usul kehidupan mungkin perlu direvisi dan diteliti ulang. Dalam analisis terbaru, para ilmuwan meneliti bagaimana gen pertama kali muncul, terutama saat asam amino mulai bergabung dalam proses ini.
Selama ini, diketahui bahwa semua makhluk hidup berbagi kode genetik yang sama. Namun, bagaimana dan kapan kode ini muncul menjadi perdebatan besar di kalangan ilmuwan.
Dilansir dari UNILAD, menurut para ahli genetika di Universitas Arizona, pemahaman tentang evolusi kode genetik ini memerlukan perubahan signifikan.
Dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, peneliti Sawsan Wehbi dan penulis senior Joanna Masel mengajukan teori baru bahwa urutan munculnya asam amino—blok pembangun kode genetik—berbeda jauh dari konsensus ilmiah yang telah ada.
"Kode genetik adalah sistem luar biasa di mana urutan tiga nukleotida, yang dikenal sebagai kodon, dalam DNA atau RNA diterjemahkan menjadi urutan protein menggunakan 20 asam amino yang berbeda. Proses ini sangat rumit dan hampir sempurna dalam berbagai hal, sehingga pasti berevolusi secara bertahap," jelas Joanna Masel dikutip pada Selasa (21/1/2025).
Para peneliti menyebutkan bahwa bagian penting dari protein kita, yaitu asam amino, dapat dilacak hingga empat miliar tahun lalu, ke nenek moyang universal terakhir (last universal common ancestor atau LUCA) dari semua kehidupan di Bumi. LUCA adalah bentuk kehidupan tunggal yang menjadi awal dari semua organisme saat ini.
Namun, teori yang ada sebelumnya dianggap usang karena didasarkan pada eksperimen laboratorium, bukan pada proses evolusi. Salah satu teori lama ini berasal dari eksperimen Urey-Miller tahun 1952, yang mencoba mereplikasi kondisi awal Bumi yang diduga menjadi tempat asal usul kehidupan.
Eksperimen tersebut gagal menemukan asam amino yang mengandung sulfur, meskipun elemen ini melimpah di Bumi pada masa awalnya. Hal ini menyebabkan asumsi bahwa asam amino sulfurik baru bergabung dengan kode genetik belakangan bisa saja keliru.
Dengan memanfaatkan teknologi modern dan data dari National Center for Biotechnology Information, tim ini berhasil membuat pohon domain protein yang melacak kembali hingga ke LUCA. Domain protein, yang baru ditemukan pada tahun 1970-an, membantu para ilmuwan memahami urutan kemunculan 20 asam amino.
"Jika protein diibaratkan sebagai mobil, maka domain adalah roda. Roda adalah bagian yang bisa digunakan dalam berbagai jenis mobil, dan roda sudah ada jauh sebelum mobil diciptakan," jelas Wehbi.
Penemuan mereka menunjukkan bahwa kode genetik modern kemungkinan muncul setelah kode-kode lain yang telah punah. Tim ini mengidentifikasi lebih dari 400 keluarga urutan protein yang berasal dari LUCA, dan lebih dari 100 di antaranya bahkan sudah ada sebelum LUCA muncul.
Masel menambahkan, penemuan ini memberikan petunjuk tentang kode genetik lain yang ada sebelum kode kita, tetapi telah hilang ditelan waktu geologis. "Kehidupan awal tampaknya menyukai struktur cincin."
Penelitian ini membuka peluang baru untuk memahami evolusi kehidupan dan kemungkinan keberadaan sistem genetik yang lebih tua, yang hilang dari catatan sejarah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
8 Rekomendasi Laptp Murah RAM Besar di Bawah Rp 10 Juta, Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Biometrik Mulai Berlaku, XLSMART Ungkap Nasib Pelanggan Lama
-
XLSMART dan Kemnaker Luncurkan Future Ready, Siapkan 1 Juta Talenta Digital dan 1.000 Peluang Kerja
-
Sony Berhenti Produksi Game Fisik PlayStation mulai 2028, Hanya Digital Saja!
-
3 Pilihan HP Samsung 3 Kamera Belakang Termurah, Hasil Foto Tajam dan Performa Kencang
-
Indosat dan Arsari Bangun Tulang Punggung Internet Indonesia, Kelola Fiber 86.000 Km
-
Lenovo Rilis Edisi Khusus FIFA World Cup 2026 untuk Yoga, Legion, dan Legion Tab Terbatas!
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
-
OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone
-
TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D