Suara.com - Para ilmuwan baru-baru ini melakukan penelitian untuk mengungkap nama asli Yesus. Dalam penelitian tersebut, ilmuwan memastikan jika Yesus Kristus bukanlah nama asli tokoh sentral dalam agama Kristen ini.
Penelitian ini menyebut bahwa Yesus merupakan tokoh sejarah yang kemungkinan berbicara menggunakan bahasa Aram, bahasa asli Yudea. Bahasa ini paling banyak digunakan oleh wilayah Kekaisaran Romawi yang menjadi awal mula perjalanan Yesus.
Dilansir dari NY Post, Kekaisaran Romawi ini kini menjadi bagian dari Israel dan Palestina yang dulunya menjadi tempat Yesus lahir dan dibesarkan di Nazaret, Galilea.
"Kita tidak dapat mengetahui dengan pasti bahasa apa yang digunakan Yesus. Namun mengingat latar belakang keluarganya di Nazaret, kita dapat berasumsi bahwa bahasa yang digunakannya sehari-hari adalah bahasa Aram" ungkap Profesor Dineke Houtman, pakar Yudaisme dan Kristen di Universitas Teologi Protestan, Belanda.
Teori ini kemudian didukung oleh dokumen papirus di wilayah Galilea yang mengungkap bahwa bahasa umum yang digunakan penduduk Yahudi serta terjemahan Injil menggunakan bahasa Yunani.
Tidak hanya itu, dalam Injil juga sempat diungkap bahwa Yesus mengucapkan beberapa frasa tertentu dalam bahasa Aram yang merupakan bahasa asalnya.
Selain itu, para ilmuwan menemukan jika penulisan nama Yesus menggunakan huruf 'J' belum ada di masa hidup-Nya. Hal ini karena huruf 'J' tidak muncul dalam bahasa tertulis hingga 1500 tahun setelah kematian Yesus.
Di sisi lain, 'Kristus' juga bukan bagian dari nama keluarga Yesus. Kata ini merupakan gelar kehormatan yang berarti 'yang diurapi Tuhan'. Sebagai seorang Yahudi yang hidup sederhana, Yesus sebenarnya tidak memiliki gelar mewah, namun akan dipanggil mengikuti tempat asalnya.
Misalnya saja, dalam Alkitab disebut Yohanes anak Zebedeus dan Maria Magdalena yang diambil dari tempat dirinya berasal yaitu Magdala.
Baca Juga: Buaya 'Akting' Mirip Orang Tenggelam Buat Cari Mangsa? Ilmuwan Ungkap Fakta Sebaliknya
Alkitab beberapa kali menyebut dan memanggil Yesus sebagai 'Yesus dari Nazaret' atau 'Yesus orang Nazaret'. 'Nazaret' merujuk pada tempat kelhiran-Nya. Dalam bahasa Aram kuno disebut sebagai 'Yeshu Narazene'.
Nama asli Yesus dari bahasa asalnya
Perkembangan linguistik diduga menjadi penyebab Yesus disebut Yesus Kristus hingga sekarang. Ilmuwan menduga jika terjadi transliterasi saat menerjemahkan bunyi bahasa lama antarbahasa.
Saat penulis injil menerjemahkan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani, mereka mencoba untuk menyesuaikan nama Ibrani-Aram 'Yeshua'. Namun, karena bahasa Yunani tidak memiliki suara yang sama, maka tantangan pengucapan dengan benar dirasakan oleh penulis.
Profesor Candida Moss yang adalah ahli Kekristenan awal dari University of Birmingham menyebut bahwa abad pertama Masehi sudah memiliki kebiasaan menulis Yeshua dalam bentuk Yunani sebagai Iesous.
Hal ini kemudian mempengaruhi Paulus dan penulis Injil lainnya menyebut Yesus. Paulus diduga menggunakan bentuk Yunani yang sudah umum yaitu Iesous dengan tambahn huruf 's' di akhir.
Namun, ketika Perjanjian Baru diterjemahkan dalam bahasa Latin, terjadi perubahan. Setelah 'Iesous', para penulis Injil kemudian menggantinya dengan 'Iesus' yang memiliki pelafalan yang sama dengan 'Yesus'.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Promo Tiket Bioskop CInepolis, Khusus Nasabah BRI
-
Bahlil di Musda Golkar Sumsel: Migas dan Batu Bara Jangan Terus Ditentukan dari Jakarta
-
Remaja 14 Tahun Jadi Aktor Pembunuhan Berencana, Jasad Korban Dibakar
-
Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern
-
Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang
-
Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang