Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta masyarakat ikut menanam cabai sebagai antisipasi kemungkinan kenaikan harga cabai saat Ramadan.
Menanggap imbauan tersebut, Gus Arifin memberikan balasan menohok melalui akun media sosialnya.
Pernyataan Gus Arifin lantas viral di X dan memancing ribuan komentar dari netizen. Pendakwah kelahiran Mojokerto tersebut membagikan artikel berita dari salah satu media nasional.
Pemberitaan itu membahas ajakan dari Mendagri Tito Karnavian untuk menanam cabai. Menurut Mendagri, cabai termasuk tanaman yang mudah dirawat serta cepat untuk dipanen.
"Karena tanaman yang mudah ditanam mudah juga dipanen, cepat panen, cuma (tidak sedikit daerah yang) ketergantungannya sangat tinggi kepada daerah-daerah yang surplus (hasil panennya)," kata Mendagri Tito Karnavian melalui keterangan pers.
Tito juga mengungkap data BPS yang menyebut bahwa beberapa komoditas di sejumlah daerah mengalami kenaikan harga pada minggu kedua Februari 2025. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabai merah.
Cabai mengalami kenaikan di 196 kabupaten/kota dan gula pasir juga naik di 140 kabupaten/kota. “Komoditas yang perlu kita waspadai adalah cabai merah, minyak goreng, gula pasir, cabai rawit, dan bawang putih,” ungkap Tito.
Ketua Dewan Syuro Agus Arifin Institute dan Ma'had Darul Arifin Al Islami, Gus Arifin menilai bila imbuan Mendagri Tito terlambat dan kurang masuk akal.
Pasalnya, masa panen cabai membutuhkan 75-80 hari. Di sisi lain, Ramadan akan tiba kurang dari 14 hari. Mengutip laman Kementan RI, cabai merah dapat dipanen pertama kali pada umur 70–75 hari setelah tanam di dataran rendah dan pada umur 4–5 bulan di dataran tinggi.
Baca Juga: Rocky Gerung Pertanyakan Mengapa Prabowo Puji Jokowi: Semua Paramater Memburuk
"Bulan Ramadan kurang dua minggu lagi. Biji cabai jika ditanam hari ini baru bisa dipanen 75 -80 hari lagi. Begini saja menterinya Prabowo tidak bisa mikir cc @kemendagri," cuit Gus Arifin (@Gus_Arifin). Postingan milik Gus Arifin viral setelah memperoleh 5.400 retweet dan 16 ribu tanda suka. Cuitan itu menuai beragam komentar dari netizen.
"Yah beg* banget dah. Elu lah yang mikir biar harga nggak naik. Kenapa kita yang disuruh antisipasi anj*r," balas @g**_**mit.
"Kalau seandainya aku bisa tanam cabai, padi, segala jenis sayuran, ternak segala jenis hewan. Terus bisa menghasilkan listrik mandiri pakai tenaga Surya. Kayaknya aku bakalan bikin negara sendiri dah," komentar @r**k*37.
"Rakyatmu sudah pintar bung. Bilang aja mau impor cabai..kocak," balas @b***r**gka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Rektor Jadi Tersangka, KPK Bongkar Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed
-
HP Xiaomi RAM 12 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan untuk Multitasking Berat dan Fotografi Terbaik
-
Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Layangkan Somasi ke Gusti Moeng
-
Gibran Turun Gunung, Cicilan Utang Korban Gempa NTT Bakal Dapat Kelonggaran
-
Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar
-
Tenaga Penjualan Jadi Kunci Penguatan Industri Asuransi Jiwa
-
Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi
-
Gamelan Makin Digandrungi di Amerika, Pakualaman Beri Peringatan Keras ke Warga Lokal
-
OSL Indonesia Bidik Peluang Tokenisasi Aset di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital