Suara.com - Lokasi diselenggarakannya rapat revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) oleh Komisi I DPR RI saat ini tengah menjadi sorotan publik di jagat maya. Sebagaimana diketahui, rapat panitia kerja tersebut dilaksanakan di Fairmont yang tergolong sebagai hotel mewah.
Hal ini membuat publik geram karena pelaksanaan tersebut dilakukan di tengah isu efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah dan berdampak di berbagai sektor. Alhasil, tak sedikit warganet yang mencari tahu harga sewa ruangan di Hotel Fairmont untuk menggelar rapat.
Perhitungan harga ini juga dilakukan oleh salah satu warganet dengan akun X @yippieyupii yang merinci perkiraan biaya untuk menggelar rapat di hotel tersebut.
Sebagi informasi, Komisi I DPR RI menyewa ruang rapat bernama Ruby Room untuk membahas revisi UU TNI.
Dilansir dari laman resmi Fairmont Jakarta, Ruby Room ini terletak di lantai tiga bangunan hotel dan memiliki dua ruangan yang disewakan, yaitu Ruby 1 dan Ruby 2. Namun, Komisi I DPR RI menyewa dua ruangan sekaligus, di mana penggabungan ruang rapat tersebut dapat menampung maksimal 120 orang.
Dengan luas ruangan mencapai 318 meter persegi, Ruby Room di Hotel Fairmont dapat menampung jamuan makan untuk setidaknya 60 orang.
"Untuk acara yang lebih intim, ruangan ini dapat dibagi dengan dinding pemisah menjadi dua ruangan, masing-masing dengan akses ke serambi, yang ideal untuk makan siang, rehat minum kopi, dan minum koktail," bunyi keterangan pada situs resmi Fairmont Jakarta.
Pemilik akun kemudian merinci perkiraan biaya yang harus dikeluarkan.
"Kapasitas Ruby Room: 120 pax. Ruby Room: Rp 125.000.000 dikali dua hari jadi Rp 250.000.000. Kamar Rp 3.500.000 dikali 120 dikali 2 jadi Rp 840.000.000. Buka puasa Rp 708.000 dikali 120 dikali 2 jadi Rp 169.920.000. Sahur Rp 588.000 dikali 120 dikali 2 jadi Rp 141.120.000. Total Rp 1.401.040.000 (belum pajak)," tulis pemilik akun.
Baca Juga: Lonjakan Harga Pangan di Ramadan 2025: Siapa yang Paling Dirugikan?
Ruang rapat yang disediakan di Hotel Fairmont cukup beragam, selain Ruby Room terdapat Jade Room, Emerald Room, Diamond Room, Opal Room, Sapphire Room, dan Grand Ballroom yang memiliki kapasitas lebih luas. Angka Rp 125 juta yang dimasukkan dalam perhitungan warganet merupakan harga terendah yang ditetapkan.
Untuk fasilitas yang ditawarkan pun bergantung dengan jenis paket, seperti full day meeting package, half day meeting package, dan coffee break meeting package.
Tipe kamar yang disewakan oleh hotel tersebut juga berbeda-beda. Namun, untuk jenis kamar Fairmont King Ns, pengunjung setidaknya harus siap merogoh kocek Rp 2,8 juta. Sedangkan untuk tipe kamar Deluxe King Ns dihargai Rp 3,79 juta, Fairmont Gold King Ns sebesar Rp 3,84 juta, dan One Bedroom Suite King Ns Rp 5 juta.
Tipe kamar lainnya seperti Sky Suite 1 Bedroom Sk dihargai Rp 6 juta, Sky Suite / 2 Bedroom Ns Rp 6,6 juta, Sky Suite / 2 Bedroom Sk dengan biaya sewa Rp 7,6 juta, Presidential Suite dengan harga Rp 80,24 juta per malamnya.
Harga dan perkiraan pengeluaran Komisi I DPR RI tersebut pun menuai sorotan dari warganet. Mayoritas publik menyinggung dengan kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah namun tak sejalan dengan yang dilakukan pada rapat tersebut.
"Yang bawah disuruh efisiensi, yang atas seenaknya menghamburkan anggaran. Sakit jiwa sama nggak punya hati sih kataku," komentar @pand******
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen