FortiAI-Assist menggabungkan GenAI, agentic AI, dan AIOps guna menyederhanakan dan mentransformasi operasi keamanan serta jaringan melalui otomatisasi dan analitik cerdas. Kemampuan baru tersebut mencakup:
1. Aplikasi Agentic AI untuk Operasi Jaringan
Manajemen jaringan secara otonom yang dimulai melalui asisten GenAI memungkinkan pembuatan konfigurasi jaringan dan pembaruan kebijakan keamanan, validasi dan koreksi konfigurasi yang ada, serta penanganan dan pemulihan masalah jaringan tanpa intervensi manusia.
Optimasi dan troubleshooting jaringan secara otomatis menggunakan GenAI dan AIOps meningkatkan operasi jaringan untuk jaringan kabel, nirkabel, dan SD-WAN, serta secara proaktif mengidentifikasi dan menawarkan solusi terhadap masalah sebelum berdampak pada pengguna.
2. Aplikasi Agentic AI untuk Operasi Keamanan
Penyaringan peringatan secara otomatis memprioritaskan notifikasi berdasarkan risiko, konteks, dan pola historis, menekan peringatan ganda, dan hanya menandai ancaman dengan tingkat keyakinan tinggi di dalam sistem atau langsung kepada analis ancaman, tergantung pada pilihan organisasi.
Threat hunting adaptif memindai log, lalu lintas jaringan, dan perilaku pengguna untuk mencari ancaman tanpa menunggu input manusia.
Penelusuran akar penyebab menggunakan penalaran berbasis AI untuk mengidentifikasi asal, metode, dan dampak dari serangan.
Peningkatan intelijen ancaman memperkuat intelijen keamanan dengan mengkorelasikan pola serangan dan mengaitkan taktik lawan, guna meningkatkan pertahanan proaktif.
Baca Juga: Microsoft Investasi Rp 27 Triliun di Indonesia untuk Teknologi AI dan Cloud
FortiAI-Protect meningkatkan keamanan dengan deteksi ancaman berbasis AI, memungkinkan identifikasi terhadap ancaman tingkat lanjut dan yang belum dikenal.
Solusi ini juga menyediakan penilaian risiko kontekstual untuk memperkuat keamanan dan menerapkan kontrol akses terhadap aplikasi GenAI pihak ketiga.
Peningkatan ini semakin memperkuat nilai dari FortiGuard AI-Powered Security Services bagi pelanggan baru maupun yang sudah ada. Kapabilitas baru mencakup:
Mendeteksi penggunaan aplikasi AI pada lebih dari 6,500 URL AI, termasuk aplikasi GenAI.
Tim keamanan juga memperoleh konteks tambahan terkait kasus penggunaan, model yang digunakan untuk pelatihan, dan lokasi penyimpanan data.
Mengendalikan akses dan konten ke GenAI menggunakan prinsip Zero Trust sehingga memungkinkan tim keamanan memblokir penggunaan shadow AI atau aplikasi AI yang berisiko tinggi.
Visibilitas terhadap daftar aplikasi AI dan konteks tambahan seperti geolokasi serta model pelatihan juga memungkinkan administrator menetapkan kebijakan penggunaan AI di seluruh organisasi.
Memperkuat analisis ancaman dan perlindungan terhadap malware dengan memperluas teknologi machine learning dan analisis data skala besar untuk mendeteksi serta menetralkan ancaman malware baru.
Penyempurnaan berkelanjutan atas korelasi kontekstual dengan indikator ancaman yang telah dikenal semakin mengurangi positif palsu, memastikan identifikasi ancaman yang presisi tanpa mengorbankan efisiensi operasional.
Meningkatkan perlindungan terhadap serangan canggih dengan terus melatih model machine learning pada sistem pencegahan intrusi (IPS; intrusion prevention system) agar dapat beradaptasi dan mendeteksi teknik serangan terbaru.
FortiAI menggunakan pendekatan perlindungan data berlapis untuk menerapkan kontrol privasi yang ketat, mencegah data yang dibagikan dengan asisten Fortinet GenAI digunakan untuk melatih LLM.
Permintaan juga diproses secara lokal, memastikan data tidak pernah meninggalkan jaringan, sementara informasi sensitif diblokir atau disamarkan sebelum mencapai model bahasa.
Berita Terkait
-
Riset Lazada: Baru 42 Persen Orang Indonesia Pakai AI untuk Jualan Online
-
Grab Luncurkan Sederet Inovasi dan Fitur Berteknologi AI
-
Prabowo Ungkap Efek AI ke Lapangan Kerja, Singgung Penjaga Tol Digantikan Robot
-
Ketika Wajahmu Bisa Dilacak Lewat Satu Foto: Ancaman Privasi di Balik Kecanggihan AI
-
Cara Menonaktifkan Fitur AI di HP Android, Lebih Ringan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja