Suara.com - Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) di seluruh dunia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan, dan Indonesia pun tidak kalah dalam hal ini.
Negara ini dianggap sebagai pasar yang sangat potensial untuk pengembangan IoT.
Hal tersebut menjadi perhatian serius bagi PT Teltonika IoT Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak khusus dalam penyediaan solusi teknologi IoT.
Perusahaan ini mencermati adanya tren positif yang semakin meningkat mengenai kesadaran masyarakat dan pelaku bisnis di Indonesia terhadap pemanfaatan teknologi IoT.
Menurut Elisa Pramono, Head of Sales Indonesia di Teltonika, dalam anyak perusahaan di Indonesia mulai menyadari manfaat IoT terutama dalam hal efisiensi biaya.
Elisa menyampaikan bahwa kini semakin banyak perusahaan di Tanah Air yang mulai memahami potensi efisiensi biaya dari penerapan IoT.
"Hal ini menandakan bahwa teknologi IoT sudah semakin diterima sebagai solusi yang mampu meningkatkan efektivitas operasional di berbagai sector," katanya dalam acara Telematics Summit Indonesia 2025 yang dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (23/5/2025).
Selain itu, Elisa menambahkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap manfaat IoT juga semakin meningkat seiring dengan pemahaman bahwa teknologi ini membawa dampak positif yang signifikan, terutama dalam mengurangi biaya operasional.
Meskipun demikian, dia mengakui bahwa investasi awal dalam penggunaan IoT tidaklah murah.
Baca Juga: Ada Apa dengan Mobil Listrik BYD Seal? Warga Palmerah Digegerkan Asap Misterius
"Pemanfaatan IoT memang membutuhkan dana yang tidak sedikit," ujar Elisa secara terbuka.
Namun, meskipun membutuhkan modal yang cukup besar di awal, penggunaan teknologi IoT ini justru memberikan keuntungan yang jauh lebih besar pada jangka panjang.
"Namun, pemanfaatan IoT yang dilakukan di berbagai sektor industri justru menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar," tegasnya.
Meski teknologi ini menjanjikan banyak manfaat, Elisa mengungkapkan bahwa ada beberapa tantangan yang harus dihadapi untuk memperluas penggunaan IoT di Indonesia.
Tantangan utama menurutnya adalah edukasi pasar. Sebagian besar masyarakat dan pelaku bisnis di Indonesia masih memiliki pola pikir yang sangat sensitif terhadap harga atau price sensitive.
Hal ini menyebabkan mereka cenderung enggan melakukan investasi besar pada tahap awal karena kurangnya pemahaman yang mendalam mengenai manfaat IoT.
"Masyarakat Indonesia lebih cenderung berpola pikir price sensitive," jelas Elisa, sehingga hal ini menjadi hambatan utama dalam memperluas adopsi IoT.
Lebih jauh, banyak perusahaan masih beranggapan bahwa penerapan IoT memerlukan biaya produksi yang tinggi, sehingga mereka enggan berinvestasi.
Namun, Elisa menegaskan bahwa dengan pemanfaatan IoT, biaya tersebut sebenarnya dapat menghindarkan perusahaan dari kerugian yang lebih besar di masa depan.
"Tapi dengan adanya IoT sebetulnya cost mereka itu bisa menyelamatkan berbagai kerugian yang lebih besar," katanya.
Ini berarti investasi yang dikeluarkan untuk teknologi IoT sebenarnya merupakan langkah strategis untuk mencegah kerugian dan meningkatkan efisiensi bisnis secara keseluruhan.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, PT Teltonika IoT Indonesia berupaya aktif melakukan edukasi pasar melalui pendekatan kemitraan dan interaksi langsung dengan berbagai sektor, termasuk logistik, transportasi, pertanian, dan konstruksi.
Mereka menawarkan produk IoT yang bersifat skalabel dan mudah digunakan agar dapat diterapkan secara luas dan efisien.
Melalui strategi ini, Teltonika berharap dapat mempercepat proses transformasi digital di Indonesia.
Elisa menegaskan bahwa kedua hal tersebut yakni, edukasi pasar dan kemitraan strategis, menjadi kunci untuk memastikan bahwa teknologi IoT dapat memberikan manfaat yang optimal bagi para pengguna di Indonesia.
"Kita mau make sure ini dan benefitnya sebesar ini," ujarnya dengan tegas, menunjukkan komitmen Teltonika untuk mendorong penggunaan IoT demi kemajuan digital nasional.
Berita Terkait
-
Garmin Resmikan Garmin Golf Club di Indonesia Rangkul Pemula hingga Menengah
-
Mahasiswi ITB Ditangkap Usai Unggah Meme Kepala Negara di Medsos, Jadi Ancaman Serius?
-
Transfer Mengejutkan! RRQ Pinjamkan Bintang Mudanya ke Tim Rival
-
5 Tugas Kantor yang Dapat Disempurnakan Melalui Layanan BPO
-
Pembangkit Listrik Portabel yang Bisa Isi Daya Super Cepat, Cuma 1 Jam!
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
Terkini
-
Link Download Kumpulan Nada Dering Alarm Sahur dengan Suara Unik
-
35 Kode Redeem FF Terbaru 28 Februari 2026: Banjir Skin SG2, Bundle Langka, hingga Diamond Gratis
-
Huawei Watch Ultimate 2 Segera Rilis di Indonesia: Selam 150 Meter dengan Fitur Pesan Bawah Laut
-
HP Rp 1 Jutaan, REDMI A7 Pro Resmi di Indonesia: Baterai 6.000mAh, HyperOS 3
-
AI, Cloud, dan Data Center Terintegrasi Jadi Motor Ekosistem Digital Nasional 2026
-
5 Rekomendasi HP Gaming Rp3 Jutaan dengan Skor AnTuTu Tertinggi
-
21 Kode Redeem FC Mobile Aktif 28 Februari 2026, Ada Paket Ramadan dan Ribuan Gems Gratis
-
Cara Pre Order Samsung Galaxy S26 Series 2026: Cicilan Rp600 Ribuan per Bulan, Nikmati Galaxy AI
-
Ramadan 2026 Makin Canggih: Gemini AI Bantu Atur Puasa, Olahraga, hingga UMKM
-
SHECURE Digital Resmi Diluncurkan, Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Online