Suara.com - Firma riset Canalys baru saja mengungkap daftar lima besar perusahaan teknologi yang menguasai pasar perangkat wearable pada Q1 2025 (Januari hingga Maret).
Usai menjungkalkan Apple, Xiaomi berhasil memimpin pasar wearable band dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Canalys, Xiaomi menguasai pasar perangkat wearable dengan pangsa 19 persen. Pertumbuhan hingga 44 persen membuat raksasa teknologi China itu mampu menjungkalkan Apple.
Di sisi lain, Apple hanya mampu tumbuh 5 persen pada periode yang sama. Lima besar penguasa perangkat wearable Q1 2025 adalah Xiaomi, Apple, Huawei, Samsung, dan Garmin.
Sebagai catatan, data ini menghitung perangkat wearable seperti smartwatch dan smartband. Dua perusahaan yang meraih pertumbuhan pasar paling rendah yaitu Apple (5 persen) dan Garmin (10 persen).
Xiaomi, Samsung, dan Huawei kompak mencetak pertumbuhan pasar lebih dari 30 persen secara YoY. Samsung sendiri sebenarnya meraih pertumbuhan pasar sangat besar yakni 74 persen. Meski begitu, raksasa teknologi Korsel ini masih belum mampu menggulingkan Huawei.
Berdasarkan data sebelum Q1 2025, Xiaomi dan Huawei sering bersaing di peringkat kedua serta ketiga. Dalam rentang Q4 2020 hingga Q4 2024, Apple sering berhasil menduduki posisi pertama.
Cukup menarik, Xiaomi sekarang berhasil menumbangkan Apple dengan rentang pangsa pasar cukup jauh. Xiaomi terakhir kali melakukannya pada Q2 2021. Meski begitu, Xiaomi dan Apple saat itu hanya mempunyai selisih pangsa pasar yang sangat sedikit.
Pasar Global Bertumbuh, Xiaomi Memimpin dengan Model Anyar
Baca Juga: Xiaomi Benar-benar Apes, Kualitas Mobil Listrik Dicap Paling Rendah
Menurut penelitian terbaru dari Canalys (sekarang bagian dari Omdia), pasar gelang yang dapat dikenakan global tumbuh 13 persen tahun ke tahun pada Q1 2025, mencapai 46,6 juta unit.
"Xiaomi mengirimkan gelang yang paling dapat dikenakan paling banyak untuk pertama kalinya sejak Q2 2021. Ini didorong oleh portofolio luas dan integrasi yang ditingkatkan melalui HyperOS. Xiaomi telah meningkatkan seri Mi Band dan Redmi Watch dengan desain segar dan kemampuan data canggih. Mereka turut menghadirkan fitur-fitur yang komprehensif pada segmen harga lebih rendah dan meningkatkan proposisi nilainya. Pertumbuhannya juga didukung oleh koordinasi multi-kategori yang efektif dan harga yang kompetitif, terutama di negara-negara berkembang," kata Jack Leathem, analis di Canalys melalui laman resmi perusahaan.
Canalys mencatat bahwa selama Januari hingga Maret 2025, pengiriman perangkat wearable Xiaomi mencapai 8,7 juta unit. Itu didorong oleh penjualan model baru Xiaomi Smart Band 9 dan Redmi Band 5.
Model terakhir merupakan seri paling laris. Dikutip dari Gadget360, Apple mengklaim posisi kedua dengan Q1 yang kuat tetapi kurang optimal. Mereka meningkatkan pengiriman Apple Watch sebesar 5 persen menjadi 7,6 juta unit.
Dengan tahun 2025 yang menandai ulang tahun kesepuluh Apple Watch, Apple diharapkan untuk mendapatkan kembali momentum di paruh kedua tahun ini dengan pembaruan portofolio besar.
Huawei mempertahankan posisi ketiganya dengan kinerja yang solid dari seri GT dan Fit. Pengirimannya tumbuh sebesar 36 persen menjadi 7,1 juta unit.
Pertumbuhan Samsung yang kuat sebesar 74 persen menjadi 4,9 juta unit berkat strategi jalur ganda.
Sebagian difokuskan pada perluasan basis penggunanya di pasar negara berkembang dengan produk pasar massal dan sebagian difokuskan pada mempertahankan posisi premium melalui jam tangan pintar di negara ekonomi maju.
Garmin berada di posisi kelima pada Q1, meningkatkan pengirimannya sebesar 10% menjadi 1,8 juta unit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mitsubishi Xforce Hybrid Meluncur, Jakarta - Bali Hanya Sekali Isi Bensin
-
Tak Hanya Salurkan KUR, Kopdes Merah Putih Bakal Jadi Outlet Bank hingga Penyalur Bansos
-
Ulasan Kick Kick Kick Kick: Sebuah Komedi tentang Absurditas Kegagalan
-
Piala Dunia Bikin Berkah, Kadin Ungkap Perputaran Ekonomi Tembus Rp5,03 Triliun
-
S&P Puji Danantara, Pandu Sjahrir Akui Kinerja Masih Perlu Dibenahi
-
Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?
-
Bolehkah Ngecas HP Semalaman Ditinggal Tidur? Simak Mitos dan Faktanya Biar Baterai Nggak Cepat Soak
-
Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP
-
4 Parfum Mykonos Wangi Vanila yang Dinilai Tahan Lama dalam Review Pembeli
-
3 Rekomendasi HP dengan Kamera Terbaik 200MP Rp3 Jutaan 2026, Ada Fitur AI hingga OIS