Suara.com - Di era digital yang serba cepat dan intens, semakin banyak orang mencari ketenangan melalui yoga, meditasi, dan breathwork (latihan pernapasan).
Latihan ini bukan lagi sekadar tren sesaat, tetapi Perangkat wearable Garmin hadir untuk membantu pengguna menemukan keseimbangan di tengah kehidupan yang semakin dinamis.
Sekaligus peringatan International Day of Yoga setiap 21 Juni,Yoga terus menjadi salah satu bentuk aktivitas wellness yang paling digemari di seluruh dunia.
Di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia, pertumbuhan minat terhadap yoga dan latihan pernapasan mengalami peningkatan signifikan, yaitu lebih dari 80 persen dalam dua tahun terakhir, menurut data dari Garmin Connect.
Yoga dikenal luas karena mampu menyelaraskan tubuh, pikiran, dan napas.
Latihan ini tidak hanya meningkatkan fleksibilitas dan daya tahan tubuh, tetapi juga membantu fokus mental, memperbaiki asupan oksigen, dan mengurangi stres.
Tidak heran jika banyak orang merasakan adanya peningkatan kualitas tidur, kestabilan emosi, hingga kesehatan mental secara menyeluruh setelah rutin berlatih yoga.
Sebuah studi di Amerika Serikat terhadap 45 peserta yang menjalani program yoga dan pernapasan selama delapan minggu, sambil menggunakan Garmin vívosmart 5, menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal penurunan stres, gejala kecemasan, dan kualitas tidur.
Skor tidur dan variabilitas detak jantung (HRV) menunjukkan hasil yang lebih baik.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Jam Tangan Pintar Tahan Air Terbaik: Stylish, Awet, dan Cocok untuk Olahraga
Smartwatch Garmin tidak hanya dirancang untuk menunjang performa, tetapi juga untuk mendukung ketenangan batin dan kesehatan holistik penggunanya.
Smartwatch Garmin memudahkan kamu tetap terhubung dengan kondisi tubuh, baik saat berolahraga, bekerja, maupun ketika sedang tidur.
Bagi para penggemar yoga, meditasi, atau siapa saja yang ingin lebih seimbang dalam keseharian, Garmin menawarkan pelacakan lima metrik kesehatan utama, antara lain:
- Heart Rate Variability (HRV), mengukur variasi detak jantung yang menunjukkan tingkat stres, pemulihan, dan ketahanan tubuh.
- Resting Heart Rate, angka detak jantung istirahat ini mencerminkan tingkat kebugaran kardiovaskular Anda. Semakin rendah angka, umumnya semakin baik kondisi tubuh dan kualitas tidur Anda.
- Body Battery™, fitur yang hanya ada di Garmin ini menunjukkan angka energi pengguna yang menggabungkan data detak jantung, HRV, stres, istirahat, dan tidur untuk menunjukkan kesiapan tubuh. Skor tinggi berarti Anda siap untuk beraktivitas.
- Stress Score, diukur berdasarkan data HRV, skor di atas 50 menunjukkan tingkat stres sedang hingga tinggi, dan Garmin akan merekomendasikan latihan pernapasan untuk menguranginya.
- Sleep Score, diukur dari siklus tidur (REM, ringan, dalam), serta pola aktivitas dan data fisiologis lainnya. Skor antara 80–99 menunjukkan tidur berkualitas tinggi.
Selain itu, smartwatch Garmin juga dilengkapi fitur pemantau napas dan latihan pernapasan lengkap dengan panduan, seperti mode Calm, Coherence, serta Relax & Focus.
Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna meningkatkan mindfulness, mengelola tekanan batin, dan mempersiapkan tubuh untuk istirahat.
“Garmin hadir untuk membantu setiap individu menemukan ritme sehat mereka sendiri, melalui yoga, breathwork, dan teknologi yang memberikan insights secara real-time terhadap kondisi tubuh,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Senior Marketing Communications Manager Garmin Indonesia, dalam keterangan resminya, Kamis (26/6/2025).
Berita Terkait
-
Garmin Luncurkan Instinct 3 Tactical Edition, Partner Tangguh di Setiap Misi
-
Garmin Resmikan Garmin Golf Club di Indonesia Rangkul Pemula hingga Menengah
-
itel Alpha 2 Pro Meluncur, Smartwatch Seharga Rp 400 Ribuan, Layar AMOLED dan Baterai Gahar
-
Teaser Beredar, Honor Segera Rilis Smartwatch Anyar
-
Oppo Watch X2 Dirilis ke Indonesia: Smartwatch Mewah Rp 6 Juta, Baterai Tahan 16 Hari
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Cara Mengecek HP Disadap atau Tidak, Lakukan Pemeriksaan Ini
-
2026 Siap Ganti HP? Ini 5 HP Terbaru Harga Rp2 Jutaan, Layar AMOLED Baterai Jumbo
-
Xiaomi Rilis Redmi Soundbar Speaker 2 Pro 2026, Harga Lebih Terjangkau
-
5 Rekomendasi HP Oppo RAM 8 GB Terbaik 2026, Performa Gacor!
-
Oppo Reno 15 Pro Mini Debut: Bodi Mirip iPhone 17, Harga Lebih Murah
-
68 Kode Redeem FF Terbaru 9 Januari: Raih Bundle Nightmare dan Skin Heartrocker
-
Berapa Harga POCO M8 Pro 5G? HP Kelas Menengah Rasa Flagship, tapi Minus Fitur Ini!
-
7 Laptop Gaming di Bawah Rp10 Juta Paling Worth It, Nge-Game Berat Lancar Jaya
-
Huawei MatePad 12 X 2026 Resmi Hadir di Indonesia, Tablet Tipis Rasa PC dengan Desain Ringkas
-
Mantan Sutradara Assassin's Creed: Tim Kecil Bakal Jadi Masa Depan Game AAA