Kapasitas data center TI global akan tumbuh dari 180 Gigawatt (GW) pada tahun 2024 menjadi 296 GW pada tahun 2028, dengan CAGR sebesar 12,3 persen.
Sementara itu, konsumsi listrik akan tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi, yaitu 23,3 persen, dari 397 Terawatt jam (TWh) menjadi 915 TWh pada tahun 2028.
Untuk data center yang menua, hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah rak dan sistem yang harus dikelola, namun tetap mempertahankan bandwidth yang sama.
Hal ini dapat memberikan ruang yang signifikan untuk kebutuhan TI di masa mendatang, tetapi juga memberikan ruang untuk eksperimen yang mutlak diperlukan dalam beban kerja AI saat ini.
Mereka dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk membangun setengah rak bukti konsep yang lebih murah sebelum mengarah ke pembangunan yang lebih besar dan menggunakan chip baru yang sangat efisien untuk membantu mengurangi konsumsi energi dan kebutuhan pendinginan, sehingga investasi dapat kembali lebih cepat.
"Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam peningkatan server, dan tidak ada solusi yang cocok untuk semua kebutuhan data center. Ini bukan hanya tentang membeli chip terkuat yang terjangkau," kata Alexey Navolokin.
Selain itu, penyedia yang terus berinvestasi dalam desain sistem kelas dunia dan kapabilitas sistem AI akan berada di posisi terbaik untuk mempercepat peta jalan hardware dan software AI perusahaan.
AMD, misalnya, baru-baru ini mencapai peningkatan efisiensi energi tingkat node sebesar 38 kali lipat untuk pelatihan AI dan HPC hanya dalam lima tahun.
Hal ini setara dengan pengurangan energi sebesar 97 persen untuk kinerja yang sama, yang memberdayakan penyedia dan pengguna akhir untuk berinovasi secara lebih berkelanjutan dan berskala besar.
Baca Juga: Infinix HOT 60 Pro: HP 2 Jutaan Layar AMOLED, Chipset Gaming Terbaru, Fitur AI Terlengkap
Berita Terkait
-
Netflix Pakai AI di Series untuk Pertama Kalinya, Akui Biaya Lebih Murah
-
IBM Gandeng Hacktiv8 Telurkan Calon Developer Kuasai Teknologi AI
-
Google Cloud Meluncurkan Data Region Operasi Keamanan demi Perkuat Keamanan Siber Indonesia
-
Era Dominasi Google Terancam? Pencipta ChatGPT Siapkan Mesin Pencari AI Pesaing Berat
-
ChatGPT Down, Pengguna Laporkan Error Akibat Aktivitas 'Mencurigakan'
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
25 Kode Redeem FC Mobile 29 Januari 2026: Siap-siap Flashback Messi-CR7 Hari Ini
-
5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Terpopuler: 5 HP NFC Termurah Januari 2026, Kapan MPL ID Season 17 Dimulai?
-
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
-
7 Aplikasi Penyebab HP Lemot, Diam-Diam Bikin Memori Cepat Penuh
-
HP Orang Tua Sering Muncul Iklan Aneh? Ini 6 Cara Hapus Iklan di HP Android
-
Redmi Turbo 5 Meluncur 29 Januari: Bawa Baterai 7.560 mAh, Harga Kompetitif
-
7 Tablet Memori 512 GB Murah RAM Melimpah, Desain dan Multitasking Enteng
-
Daftar Kode Redeem TheoTown Januari 2026: Cara Dapat Diamond Gratis Tanpa Ribet!
-
PUBG Mobile Raih Rekor Dunia dari Lapangan Banteng Jakarta