Suara.com - Saat ini, mengaktifkan kembali kartu BPJS Kesehatan yang sudah tidak aktif bukan lagi hal yang rumit. Anda tidak perlu lagi datang ke kantor cabang. Prosesnya kini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat melalui ponsel Anda, memanfaatkan fitur digital seperti Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA, dan call center resmi BPJS Kesehatan. Kemudahan ini memungkinkan peserta untuk kembali menikmati layanan kesehatan tanpa harus membuang banyak waktu dan tenaga.
Sebelum melangkah ke proses aktivasi, penting untuk memahami alasan mengapa kartu BPJS bisa nonaktif. Umumnya, hal ini disebabkan oleh tunggakan iuran selama satu bulan atau lebih. Penyebab lainnya bisa karena perubahan status kepesertaan (misalnya, dari pekerja menjadi peserta mandiri), data NIK yang tidak sinkron, atau anak peserta yang sudah melewati batas usia tanggungan. Jika kartu nonaktif, secara otomatis peserta kehilangan hak untuk mendapatkan manfaat layanan kesehatan.
Cara Mengaktifkan Kartu BPJS Lewat Hp
1. Melalui Aplikasi Mobile JKN
- Unduh aplikasi Mobile JKN dari Play Store atau App Store.
- Login menggunakan NIK atau nomor kartu BPJS Anda.
- Pilih menu Cek Kepesertaan atau langsung menuju Aktivasi Kepesertaan.
- Sistem akan menampilkan status dan jumlah tunggakan jika ada.
- Selesaikan pembayaran tunggakan melalui kanal resmi seperti VA Bank, Tokopedia, atau dompet digital.
- Setelah pembayaran diverifikasi, kartu akan aktif kembali dalam 1x24 jam.
2. Melalui WhatsApp PANDAWA
- Simpan nomor layanan PANDAWA BPJS Kesehatan, misalnya 0811-8750-400 (atau sesuai cabang wilayah Anda).
- Kirim pesan awal seperti “Aktivasi Kartu BPJS” dan ikuti arahan otomatis dari chatbot.
- Anda akan diminta mengisi formulir online dan mengirim dokumen pendukung.
- Setelah diverifikasi dan tunggakan dilunasi, kartu akan aktif dalam 1–3 hari kerja.
3. Hubungi Call Center 165
- Hubungi nomor 165 atau 1500-400.
- Petugas akan membantu memeriksa status kepesertaan, memberitahu jumlah tunggakan, dan membimbing Anda untuk proses aktivasi ulang.
- Proses ini biasanya selesai dalam 24 jam setelah semua pembayaran lunas.
Hak dan Kewajiban Peserta BPJS Kesehatan
Selain kemudahan aktivasi, penting juga untuk memahami hak dan kewajiban sebagai peserta BPJS Kesehatan. Hak pemegang kartu mencakup akses ke berbagai layanan kesehatan yang terjangkau di fasilitas kesehatan yang bekerja sama, mulai dari tingkat pertama hingga rujukan lanjutan. Peserta juga berhak mendapatkan perlindungan finansial dari biaya kesehatan yang tak terduga.
Agar status kepesertaan tetap aktif, Anda perlu membayar iuran rutin setiap bulan, idealnya sebelum tanggal 10. Anda juga bisa mengaktifkan fitur autodebet untuk mempermudah pembayaran. Selain itu, pastikan untuk selalu memperbarui data diri jika ada perubahan status pekerjaan atau domisili, serta rutin mengecek status kepesertaan melalui Mobile JKN.
Baca Juga: Satu Dasawarsa Program Jaminan Pensiun: Perkuat Inklusivitas dan Keberlanjutan
Berikut adalah rincian hak-hak pemegang BPJS Kesehatan:
1. Hak Mendapatkan Pelayanan Kesehatan:
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP):
Peserta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dasar seperti konsultasi dokter, pemeriksaan, dan pengobatan di FKTP yang terdaftar, seperti puskesmas, klinik, atau dokter praktik perorangan.
Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL):
Jika diperlukan, peserta dapat dirujuk ke FKRTL seperti rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut, termasuk rawat jalan, rawat inap, tindakan medis, dan obat-obatan.
Berita Terkait
-
Wapres Tinjau BSU Bagi Peserta BPJS Ketenagakerjaan: Gunakan untuk Hal Produktif
-
Cara Ubah Faskes di BPJS Kesehatan Lewat HP Lewat Mobile JKN Terbaru
-
Memahami Alur Rujukan dalam JKN, Mengapa Harus Dimulai dari FKTP?
-
Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Aplikasi JMO Kini Bisa Sampai Rp 15 Juta
-
JKN Sentuh Sekolah Rakyat: Ribuan Siswa dan Keluarga Miskin Dijamin BPJS Mulai Agustus 2025
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
32 Kode Redeem FF 4 Februari 2026, Sikat Skin Senjata G18 dan G36
-
Poco F8 Series Resmi Hadir di Indonesia, Naik Kelas Jadi The True Flagship
-
24 Kode Redeem FC Mobile 4 Februari 2026: Cara Klaim Haaland dan Trik Farming 5.000 Permata
-
5 Rekomendasi CCTV Rp200 Ribuan, Praktis Bisa Pantau Lewat HP Kapanpun
-
5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah dengan RAM Besar Terbaik
-
5 Rekomendasi HP Compact Murah Terbaik Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Tablet Murah 1 Jutaan untuk Cucu Nonton YouTube, Tahan Banting dan Baterai Awet
-
7 Rekomendasi Tablet Gaming Murah Anti Nge-Lag, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Konglomerat Indonesia dan Sri Mulyani Disebut-sebut di Epstein Files? Begini Penjelasannya
-
Nasib Borderlands 4 di Nintendo Switch 2: Dibatalkan atau Hanya Jeda?