Suara.com - Terkait konten, Monster Hunter Wilds menerima banyak ulasan positif di konsol. Meski begitu, Monster Hunter Wilds versi PC justru berbeda 180 derajat.
Player memang memuji karakter monster pada permainan, namun tidak dengan performa game. Ulasan terbaru di Steam manampilkan keterangan 'Mayoritas Negatif' dari 6.618 player.
Itu menandakan bila Monster Hunter Wilds PC cukup mengecewakan. Banyak gamer dengan PC berspesifikasi tinggi mengeluh kesulitan mendapatkan frame rate yang mulus, mengubah pengalaman berburu yang seru menjadi frustrasi.
Analisis dari pakar seperti Alex Battaglia dari Digital Foundry bahkan menyebutkan bahwa "masalah performa yang mendalam pada versi PC harus ditangani," menyoroti bagaimana game ini berjalan dengan kurang optimal bahkan di area yang terlihat kosong.
Kritik tersebut akhirnya sampai ke telinga Capcom, yang kini mulai buka suara mengenai rencana perbaikan mereka.
Menanggapi keluhan penggemar, sutradara game, Yuya Tokuda, mengakui adanya masalah dan memaparkan langkah-langkah yang telah dan akan diambil. Beberapa perbaikan awal sudah diluncurkan melalui Title Update 2.
"Dalam Title Update 2, kami memperbaiki bug terkait kompilasi shader dan mengurangi dampak tindakan anti-cheat terhadap beban pemrosesan sekitar 90 persen," ujar Tokuda.
Selain itu, tim pengembang juga telah menambahkan dukungan untuk teknologi DLSS dan FSR untuk membantu meningkatkan frame rate serta memperbaiki pemuatan tekstur agar tidak ada lagi pemandangan berkualitas rendah saat monster tiba-tiba muncul.
Meskipun begitu, perbaikan besar, terutama yang menyangkut beban CPU, membutuhkan waktu lebih lama. Capcom menyadari kekhawatiran pemain mengenai penggunaan CPU yang tinggi, namun mereka harus melangkah dengan sangat hati-hati.
Baca Juga: Game OD Hideo Kojima Masih Dalam Pengembangan, Ini Bocoran Peluncurannya
"Karena membuat perubahan pada pemrosesan CPU dapat memengaruhi kinerja game secara keseluruhan, kami berencana untuk melanjutkan dengan hati-hati," jelas Tokuda.
Raksasa game asal Jepang ini menargetkan "pembaruan judul keempat yang dijadwalkan untuk musim dingin ini" sebagai momen untuk mengatasi pengurangan beban CPU secara signifikan, yang kemudian akan diikuti oleh mitigasi tahap kedua.
Upaya serupa juga akan dilakukan untuk mengurangi beban pada GPU. Janji dari Capcom tentu menjadi angin segar, namun juga ujian kesabaran bagi para pemburu di platform PC.
Proses optimisasi adalah maraton, bukan sprint. Tampaknya, untuk menikmati Monster Hunter Wilds dengan performa maksimal di PC, kita masih harus menunggu beberapa musim lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Bocoran Xiaomi 18: Baterai 7.200mAh, Snapdragon 2nm, dan Fast Charging 100W Siap Gebrak Pasar
-
Apa Bedanya Pad sama Tablet? Ini Perbedaan Sistem Operasi, Hardware, hingga Harga
-
Bocoran Tablet Gaming iQOO Terungkap, Usung Layar 8,8 Inci dan Snapdragon Terbaru
-
Game Lokal Maple Haven City Rush Buka Pre-Registrasi, Rilis 21 Juli 2026
-
Harga RAM Global Diperkirakan Terus Melonjak Sepanjang 2026, Tahun Depan Makin Parah?
-
4 HP dengan Baterai Badak 8000 mAh Lebih, Layar AMOLED 144 Hz Kuat 2 Hari Tanpa Cas
-
Harga HP Terus Naik, Ini 4 Pilihan Terbaru Rp1 Jutaan dengan Performa Mantap
-
4 Rekomendasi HP Murah dengan Fitur NFC, Mudahkan Top-Up E-Toll
-
WhatsApp Segera Luncurkan Username, Pengguna Tak Lagi Perlu Bagikan Nomor Telepon
-
Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara