Suara.com - Kabar mengenai Purbaya Yudhi Sadewo yang menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) RI anyar memicu kehebohan di media sosial. Seiring naiknya Purbaya, topik terkait 'Luhut' juga trending di X.
Pantauan melalui Trends24.in, empat topik seperti Menkeu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan IHSG menempati Longest Trending pada 8-9 September 2025.
Deretan topik tersebut ditemani oleh Purbaya, Luhut, dan Reshuffle. Purbaya dicuitkan lebih dari 25 ribu kali sementara Luhut ikut trending setelah dibahas belasan ribu kali oleh netizen.
Kehebohan tentang Purbaya dan Luhut berasal dari beberapa fanspage X yang membahas kedekatan kedua tokoh tersebut.
Sebagai informasi, Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewo sebagai Menteri Keuangan pada Senin (08/09/2025).
Tak berselang lama, deretan topik terkait Menteri Keuangan RI langsung dicuitkan lebih dari 100 ribu kali.
Pada reshuffle kabinet yang diumumkan oleh Prabowo, Purbaya resmi menggantikan Sri Mulyani. Sosok Sri Mulyani memang dikenal sebagai 'Bendahara Negara' yang cukup lama menjabat.
Ia menjabat sebagai Menkeu pada 2016 hingga September 2025. Sebelumnya, Sri Mulyani juga menjabat sebagai Menkeu RI dari 2005 hingga 2010.
Itu berarti Sri Mulyani telah mengabdi sebagai Menkeu RI selama 15 tahun di tiga rezim berbeda (SBY, Jokowi, dan Prabowo).
Baca Juga: Kronologi Akun Instagram Purbaya Yudhi Sadewa Digeruduk Netizen, sampai Diminta Mundur
Tentu publik menaruh harapan besar kepada Purbawa selaku Bendahara Negara yang baru.
Selepas pengumuman, IHSG sempat anjlok di angka 1,55 persen (Pantauan pada 9 September, 7.646 poin).
"Mungkin pasar tidak tahu saya orang pasar. Saya di pasar sejak 2000, 15 tahun lebih. Jadi kalau ada penyesuaian (IHSG turun), itu hal wajar. Dalam seminggu dua minggu IHSG pasti balik lagi," ungkap Purbaya setelah pelantikan.
Di ranah profesional, Purbaya memang sempat beberapa kali menjadi bawahan Luhut yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia.
Sebelum menjadi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewo dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Berikut beberapa jabatan Purbaya dikutip dari laman resmi LPS:
- Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2010-2014)
- Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (April 2015-September 2015)
- Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (November 2015-Juli 2016)
- Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016 – Mei 2018)
- Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Mei 2018-September 2020)
- Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010-2014)
- Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan “Pokja IV”, di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-2025)
- Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016-2025)
- Anggota Indonesia Economic Forum (2015-2025)
- Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (2020–2025)
Dari data tersebut, Purbaya pernah menjabat sebagai Deputi Staf Kepresidenan ketika Luhut masih menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (2015).
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?