Ia menambahkan, di dalam kawah, suasana yang dinamis itu kemungkinan sesekali berganti menjadi masa yang lebih tenang ketika air tertahan, menciptakan lingkungan danau dengan energi yang relatif rendah.
"Ketika air akhirnya mengering, ia meninggalkan singkapan bebatuan tempat Cheyava Falls ditemukan — yang disebut Bright Angel — dan menyimpan jejak tentang ‘lingkungan yang mungkin dapat dihuni’ di Mars", kata Stack Morgan.
"Batuan purba ini memberi kita jendela menuju masa yang tidak banyak terwakili di Bumi, tetapi merupakan periode ketika kehidupan mulai muncul di Bumi, dan mungkin juga di Mars," tambahnya.
Apakah Ada Kehidupan Biologis?
Analisis mendalam mengenai penemuan ini juga dilakukan oleh ahli geosains dan planet Joel Hurowitz dari Universitas Stony Brook, AS. Ia bersama timnya telah melakukan penelitian bahkan sejak Rover Perseverance tiba di Mars pada 2021
Menurutnya, penjelasan paling masuk akal untuk bintik-bintik menyerupai tutul pada batu Cheyava Falls, serta bebatuan serupa di formasi Bright Angel, adalah adanya proses biologis.
Walaupun tim peneliti tidak menyatakan telah menemukan fosil kehidupan di Mars, mereka berpendapat bahwa batuan tersebut memiliki ciri-ciri yang mungkin terbentuk oleh aktivitas biologis yang disebut sebagai biosignature potensial.
Istilah ini merujuk pada karakteristik, unsur, molekul, zat, atau fitur apa pun yang bisa dihasilkan oleh kehidupan masa lalu, tetapi juga bisa terbentuk tanpa adanya kehidupan.
Namun para ilmuwan menegaskan bahwa diperlukan lebih banyak data sebelum menyimpulkan apakah aktivitas mikroba benar-benar menjadi penyebab terbentuknya fitur yang terlihat pada batu lumpur tersebut.
Hurowitz, dikutip dari ScienceAlert (11/9/2025) menjelaskan bahwa yang menarik dari temuan ini adalah adanya campuran lumpur dan materi organik yang bereaksi sehingga menghasilkan mineral serta tekstur tertentu.
Baca Juga: Rover Perseverance NASA Temukan Petunjuk Baru Kehidupan Purba di Mars
Ia menambahkan, ketika para peneliti melihat ciri-ciri seperti ini, biasanya hal tersebut merupakan hasil sampingan dari proses metabolisme mikroba yang memanfaatkan materi organik dan kemudian membentuk mineral melalui reaksi tersebut.
Pencarian yang Terus Berlanjut
Dalam penelitian tersebut yang masih terus berlanjut, para peneliti ingin mencari dua kemungkinan skenario mengenai bagaimana ciri-ciri batuan itu terbentuk: apakah karena adanya kehidupan atau justru tanpa keterlibatan kehidupan sama sekali.
Para ilmuwan masih mempelajari konteks geologi dari sampel tersebut, namun pengumuman baru ini telah memberikan gambaran umum tentang bagaimana mereka saat ini memahami batuan Cheyava Falls serta wilayah sungai purba Mars.
Mereka juga berharap sampel-sampel ini pada akhirnya dapat dibawa kembali ke Bumi untuk dipelajari di laboratorium, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam.
"Hari ini kami benar-benar menunjukkan bagaimana kami selangkah lebih dekat untuk menjawab salah satu pertanyaan paling mendalam dalam sejarah umat manusia, yaitu: apakah kita benar-benar sendirian di alam semesta?" ujar Nicky Fox, Associate Administrator untuk Direktorat Misi Sains NASA, dilansir dari CNN Science (11/9/2025)
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Honor X80 GT Dirumorkan Bawa Baterai 13.080 mAh, Siap Guncang Industri Ponsel!
-
45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
-
LG Rilis UltraGear OLED Anyar, Monitor Gaming dengan Refresh Rate 720 Hz
-
MA Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar soal Google Play Billing Resmi Berkekuatan Hukum Tetap
-
Bikin Gempar vs Gentar: Adu Fitur Drone Iran Rp300 Juta Lawan Robot Anjing Polri Rp3 Miliar
-
Cara Menggunakan Google Maps Offline: Hemat Kuota Internet, Mudik Bebas Nyasar
-
Fitur Kamera Oppo Find X9 Ultra Terungkap: Pakai Sensor Sony 200 MP dan Zoom Optik 10X
-
6 HP Xiaomi Performa Tinggi dan Kamera Jernih Mulai Rp5 Jutaan
-
Gambar Hands-On POCO X8 Pro Max Beredar, Bocoran Harganya Menggiurkan
-
Spesifikasi Vivo Y51 Pro: Andalkan Dimensity 7360 Turbo, Skor AnTuTu 920.000 Poin, Harganya...