- Netizen bandingkan harga Drone Shahed Iran dengan Robot Anjing I-K9 Polri.
- Drone Shahed Iran dibanderol Rp300 jutaan untuk misi serangan Kamikaze udara.
- Robot Anjing I-K9 Polri seharga Rp3 Miliar memiliki sensor deteksi canggih.
Suara.com - Perang AS-Israel melawan Iran membuat drone Kamikaze Shahed menjadi perbincangan. Netizen di media sosial baru-baru ini membandingkan harga drone Shahed Iran vs robot anjing Polri yang mempunyai selisih cukup jauh.
Tak sedikit netizen di X yang menyoroti bahwa robot anjing milik kepolisian Indonesia terlalu mahal.
Sebagai informasi, Iran telah mengembangkan dua drone yang sangat populer di era perang modern yaitu Shahed-136 dan Shahed-131.
Harga drone Kamikaze Shahed milik Iran dibanderol 'cukup murah' yaitu 20 ribu hingga 50 ribu dolar AS (Rp339 juta hingga Rp850 juta).
Di sisi lain, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mempunyai robot anjing (Robodog) dengan nama I-K9 (Intelligence K9).
Director PT EZRA ROBOTICS Teknologi R Dhannisaka membeberkan harga dan fitur utama robot anjing I-K9 pada HUT ke-79 Bhayangkara di Monumen Nasional atau Monas, Jakarta 1 Juli 2025 lalu.
Harga robot anjing tersebut dibanderol sekitar Rp3 miliar. Harga bakal mengalami peningkatan atau penyesuaian tergantung fitur tambahan serta kustomisasi dari kepolisian.
Netizen di X sekarang membicarakan betapa mahalnya robot anjing Polri dibanding drone Shahed dari Iran.
Akun yang memviralkan perbandingan alat militer tersebut adalah @Dara_Cega dan @nowdots.
Baca Juga: DUAAARRRR Bandara Kuwait Hancur Diterjang Bom Drone Iran Saat Eskalasi Perang Timur Tengah Memanas
"Yang satu untuk melumpuhkan lawan. Satunya lagi untuk acara hiburan," tulis @m**tof**hadi.
"Pemerintah Iran memperkuat negara. Pemerintah Indonesia memperkuat keluarganya karena harta yang paling berharga adalah keluarga, kata keluarga Cemara," balas @u**tc*ret.
"Harga drone segitu kan di negara asalnya. Masuk sini nanti bisa berlipat lipat harganya. Apalagi kalau kena red flag di bea cukai. Miliaran juga nanti," pendapat @arl**di**ndjono. Berikut adu fitur drone Shahed Iran vs robot anjing Polri:
Fitur Drone Shahed Iran
- Drone Shahed Iran terutama Shahed-136 dan Shahed-131 mempunyai fitur 'Kamikaze' alias melakukan serangan bunuh diri ke objek militer musuh.
- Menurut laporan dari CSIS berjudul 'Drone Saturation: Russia’s Shahed Campaign' serta The War Zone, drone Shahed-136 sangat efektif melawan target statis (seperti gedung, pangkalan, atau pembangkit listrik).
- Meski begitu, drone ini kurang efektif melawan target yang bergerak cepat karena kecepatannya yang rendah (sekitar 185 km/jam).
- Drone Shahed disebut sebagai senjata 'paling efesien' untuk menguras pendanaan militer musuh. Bagaimana tidak, drone seharga Rp300 juta ini harus dicegah oleh rudal pertahanan udara yang sangat mahal (seperti Patriot seharga $2-4 juta atau puluhan miliar rupiah per tembakan).
- Shahed dirancang untuk diluncurkan dari rak truk (5 drone per peluncur) dalam jumlah besar secara bersamaan (Swarm Attack atau Serangan Gelombang). Tujuannya adalah untuk "membanjiri" (saturate) radar pertahanan udara musuh hingga mereka kewalahan dan kehabisan amunisi.
- Meskipun kecil, ia memiliki daya jelajah yang impresif, mulai dari 1.000 km hingga 2.500 km (tergantung varian dan beban hulu ledak).
- Dengan kemampuan terbang rendah (sekitar 30-50 meter di atas tanah), dan menggunakan material fiberglass, drone ini lebih sulit dideteksi oleh radar tradisional dibandingkan pesawat tempur besar.
Fitur Robot Anjing Polri (Intelligence K9)
- Meski sempat disorot karena harganya dianggap terlalu mahal, robot anjing Polri sangat berguna untuk menggantikan manusia di lokasi berbahaya.
- Robot sudah dilengkapi platform sensorik canggih yang dikembangkan bersama institusi lokal.
- I-K9 mampu mendeteksi bahan peledak, narkotika, gas beracun, dan zat kimia. Robot ini juga dirancang untuk mengumpulkan bukti forensik seperti sidik jari dan DNA di tempat kejadian perkara (TKP).
- Robodog bisa dikendalikan jarak jauh mengingat produk menyematkan berbagai sensor. Ia dilengkapi dengan kamera Intel RealSense, 19 sensor termasuk LIDAR untuk pemetaan, serta mikrofon AI untuk pemantauan lingkungan
- Berbeda dengan anjing biologis, robot ini tahan terhadap panas terik maupun hujan, dan dapat beroperasi terus-menerus hingga 8 jam (tergantung kapasitas baterai).
- Terintegrasi dengan kecerdasan buatan sehingga mampu bergerak secara otonom, mengenali objek, dan menghindari rintangan dengan kecepatan hingga 18 km/jam.
- Berkat 4D LIDAR, robot anjing mampu memetakan lingkungan 360 derajat secara real-time. Ini memungkinkannya melewati medan sulit atau reruntuhan gedung saat misi Search and Rescue (SAR).
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Limbah Elektronik Makin Mengkhawatirkan, Acer Gerakkan 150 Changemaker dari Sekolah
-
Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada
-
HP Flagship Anyar, Honor Magic 9 Bakal Bawa Stylus dan Layar Mewah Compact
-
69 Kode Redeem FF Max Terbaru 12 Juni 2026: Klaim Diamond, Cek VAR, dan Lightning Kickoff
-
Prediksi Gaya Mengemudi Baru di GTA 6, Ada Sistem Bantuan Khusus
-
LG OLED evo AI 2026 Meluncur, TV Terbaru Lebih Personal dan Bisa Terlindung dari Incaran Hacker
-
Pertamax Naik Rp16.250, Dirut Pertamina Ngaku Tetap Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat!
-
Spesifikasi Huawei MatePad Mini Terungkap, Bawa Layar OLED PaperMatte dan Baterai 6.400 mAh
-
Cara Bikin Scrapbook Digital Estetik di Galaxy A57 5G, Cukup Pakai Multi Window dan Drag & Drop
-
Terpopuler: 4 HP AMOLED RAM Besar Harga Pelajar, HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik