2. Fitur yang mendukung
Discord menyediakan fitur yang disebut 'server', yang menjadi wadah untuk orang-orang bergabung melakukan interaksi dengan orang-orang baru.
Di dalam server, pengguna bisa menggunakan teks ataupun voice chat untuk melakukan komunikasi.
3. Aplikasi yang mudah didapatkan
Aplikasi Discord dapat diakses dari berbagai device seperti smartphone, tablet, komputer atau laptop.
Selain banyak device yang mendukung Discord, aplikasi ini juga tidak berbayar alias gratis untuk diunduh.
Selain aplikasinya yang mudah didapatkan, fitur-fitur seperti membuat server, bergabung ke server, hingga berinteraksi dengan yang lain juga gratis.
4. Mudah untuk membuat akun
Proses pembuatan akun dalam Discord hanya perlu verifikasi email saja tanpa harus verifikasi identitas seperti menunjukan KTP atau mengisi data pribadi lainnya.
Baca Juga: Media Luar Negeri: AS Menyusup Tunggangi Demo Nepal dan Indonesia?
Pengguna juga bisa menggunakan username yang unik untuk menjaga identitas.
Ini mempermudah orang-orang untuk bergabung ke suatu server.
5. Kapasitas member yang luas
Dalam suatu server bisa berisikan beribu-ribu orang.
Orang-orang yang mempunyai device dan internet yang mendukung bisa bergabung dengan mudah.
Hal ini akan sangat mendukung kegiatan diskusi yang melibatkan banyak orang sekaligus seperti yang dilakukan oleh Gen Z di Nepal.
Kekurangan
1. Sulit untuk memverifikasi identitas
Walaupun sangat mudah untuk membuat akun Discord, namun aplikasi ini tidak ada fitur untuk verifikasi identitas pengguna.
Semua orang bisa dengan mudah membuat akun di Discord dengan hanya melakukan verifikasi email saja.
Jika pemilihan PM dilakukan dalam sebuah server, besar kemungkinan orang-orang dari luar Nepal bisa bergabung ke server tersebut dan ikut serta melakukan voting.
2. Tersebarnya link server dengan cepat
Link server bisa saja tersebar dengan cepat sampai ke luar Nepal dan bisa memungkinkan bot maupun hacker untuk masuk dan mengganggu berjalannya diskusi serta pemilihan.
Hal ini bisa memicu kecurangan dalam voting.
3. Terbatasnya akses untuk sebagian orang
Tidak semua orang familiar atau pernah menggunakan Discord.
Mungkin untuk sebagian orang yang baru menggunakan Discord akan kebingungan bagaimana cara memakainya.
Hal ini bisa terjadi karena UI yang ada dalam discord sedikit rumit atau berbeda dari platform komunikasi lainnya.
Terbatasnya akses juga bisa terjadi karena device atau internet pengguna yang tidak mendukung aplikasi ini.
4. Sulit mengatur server yang memiliki anggota yang banyak
Mempunyai server yang memiliki beribu-ribu orang akan sulit mengaturnya.
Jika tidak menggunakan slow mode pada fitur teks, semua orang akan secara bersamaan mengirim pesan sekaligus dan akan sulit untuk dibaca.
Ini bisa mengganggu pesan yang bersift penting tertimbun dengan pesan yang tidak berkaitan.
Begitupun juga pada voice channel, jika tidak ada yang mengatur pasti semua orang akan berlomba-lomba menyampaikan pendapat mereka.
Hal ini bisa mengganggu proses penyampaian opini dari beberapa orang.
Terjadinya penyebaran hoaks pun juga bisa jika server tersebut tidak dipantau dengan ketat.
5. Tidak terjaminnya keamanan
Tidak sedikit juga kasus terjadinya peretasan dalam aplikasi Discord.
Peretasan bisa terjadi jika pengguna dengan mudah dan tidak hati-hati membuka link yang di kirim oleh seseorang.
Biasanya link tersebut disebar dengan menggunakan kalimat yang bisa memikat pengguna lain untuk klik link yang disematkan.
Jika baru menggunakan Discord dan tidak familiar pasti akan dengan mudah akunya diretas dengan mengunjungi link dari hacker.
Bukan sekadar aplikasi untuk gamers dan streamer saja, aplikasi ini juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk berdiskusi seperti yang dilakukan oleh Gen Z dan para aktivis di Nepal.
Aplikasi ini memang sangat mendukung para pengguna untuk melakukan interaksi dengan satu sama lain, tidak sedikit juga orang lebih memilih Discord sebagai wadah mereka berinteraksi secara online dengan orang lain.
Walaupun begitu, keamanan di aplikasi ini masih belum terjamin bebas dari peretasan akun.
Reporter: Zefanya Amabel Christi
Berita Terkait
-
Saatnya 'Perbarui' Aturan Main, DPR Genjot Revisi Tiga UU Kunci Politik
-
Massa Ojol Bentangkan Spanduk di DPR: Potongan 10 Persen Harga Mati, Bukan Kawan Kami yang Dimatikan
-
Ultah ke-1, Brand Retail Ini Hadirkan Cara Baru Gen Z Menikmati Belanja dan Hiburan Kekinian
-
Gen Z Pemilik Second Account Ketar-ketir! Komdigi Kaji Usulan 1 Orang 1 Akun Medsos
-
Tokoh Senior PPP Bongkar Kelompok 'Lima Serangkai' di Balik Kudeta Suharso Monoarfa
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
77 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Juni 2026: Klaim Evo Woodpecker dan Gloo Wall Football
-
5 Solar Panel Terbaik untuk Cadangan Daya Listrik di Rumah, Harga Mulai Rp18 Ribuan
-
Harga Redmi K90 Ultra Hampir Setara POCO X8 Pro Max, tapi 'Rasa Snapdragon'
-
Pre-Order GTA 6 Resmi Hadir Pekan Ini: Bocoran Harga dan Cuplikan Anyar Beredar
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban