-
Football Meets Data (FMD) memprediksi peluang Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 hanya 7 persen.
-
FMD menggunakan AI dan simulasi 10.000 kali untuk menghitung peluang tiap tim di kualifikasi Piala Dunia.
-
Indonesia berada satu grup dengan Arab Saudi dan Irak, dua tim dengan peluang lolos jauh lebih besar.
Sebagian besar tebakan dengan bantuan kecerdasan buatan itu terbukti mengingat enam negara Asia sudah lolos Pildun 2026.
Cukup menarik apakah dua negara selanjutnya akan menyusul atau tidak.
FMD memprediksi bila Arab Saudi mempunyai peluang 75 persen untuk mengalahkan Timnas Indonesia.
Skuad Garuda disebut hanya berpeluang 9 persen untuk mengalahkan Green Falcons. Peluang seri adalah 16 persen.
Perkiraan Irak vs Indonesia adalah 62, 21, dan 17 persen. Itu artinya Indonesia hanya berpeluang 17 persen menang melawan Irak.
Menurut FMD, peluang tim lolos Piala Dunia di Grub B adalah Arab Saudi (62 persen), Irak (31 persen), dan Indonesia (7 persen).
Mengutip laman resmi platform, FMD mengklaim telah mengolah puluhan ribu data memakai sistem dan AI (kecerdasan buatan) untuk memberikan prediksi pertandingan.
"Football Meets Data adalah platform untuk statistik terapan dalam sepak bola. Tujuan kami adalah mempromosikan analitik sepak bola dengan berbagi wawasan yang didasarkan pada probabilitas, permutasi, dan simulasi di seluruh dunia. Kami memandang data sebagai cara untuk membuat sepak bola lebih cerdas, lebih menyenangkan, dan lebih mudah diakses oleh siapa pun yang mencintai olahraga ini," tulis FMD.
FMD Simulator menghadirkan pemodelan statistik canggih langsung kepada penggemar dan analis.
Baca Juga: Fitri Carlina Terbang ke Arab Saudi Dukung Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Mencakup lebih dari 40 kompetisi, simulator ini menjalankan 10.000 simulasi per kompetisi dengan prediksi yang dapat disesuaikan untuk sisa pertandingan dan memberikan hasil instan yang diklaim sangat akurat.
"Visualisasi dinamis dari klasemen akhir liga, prediksi pertandingan, tren probabilitas, dan pola distribusi memberikan cara baru yang canggih untuk mengeksplorasi hasil kompetisi. Kami terus menambahkan fitur dan kompetisi baru untuk meningkatkan platform lebih jauh lagi," ungkap FMD.
Football Meet Data didirikan oleh Denis Dervishi selaku Football Data Scientist dan Juraj Sulimanovi sebagai Software Engineer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2
-
3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN