-
Banyak pemain Battlefield 6 gagal login akibat bug “beli untuk bermain” yang mengunci akses game.
-
EA meminta maaf dan memberi kompensasi berupa 24 EXP Booster serta Battle Pass gratis.
-
Langkah ini menunjukkan keseriusan EA memperbaiki hubungan dengan komunitas setelah peluncuran bermasalah.
Suara.com - Penjualan awal Battlefield 6 yang laris menjadi fenomena tersendiri di industri game. Meski penjualan sukses, terdapat sejumlah keluhan, salah satunya adalah beberapa player tak dapat login ke dalam game karena bug.
EA meminta maaf serta memberikan Booster dan hadiah gratis bagi pemain yang terdampak.
Sebagian pemain yang melakukan pra-pemesanan melalui aplikasi EA justru disambut dengan pesan eror yang membuat frustrasi, mengunci mereka dari game yang sudah mereka beli.
Masalah ini disebabkan oleh bug "beli untuk bermain" yang aneh. Itu meminta pemain untuk membeli DLC yang bahkan tidak ada hanya untuk mengakses mode kampanye atau multipemain.
Situasi tersebut dengan cepat menjadi sorotan, bahkan pimpinan Battlefield, Vince Zampella, angkat bicara dan menyebut insiden tersebut "benar-benar memalukan."
Mengingat skala peluncuran yang masif, EA bergerak cepat untuk mengatasi masalah teknis tersebut.
Namun, perbaikan saja dirasa tidak cukup untuk menebus kekecewaan para pemain. EA memutuskan untuk memberikan kompensasi yang sangat murah hati sebagai bentuk permintaan maaf.
Melalui pesan dalam game, studio tersebut menyatakan, "kami tahu ini bisa membuat frustrasi, jadi kami ingin menyampaikan permintaan maaf… dengan imbalan."
Mengutip GameRadar, EA memberikan hadiah besar bagi semua pemain yang terdampak bug di aplikasi EA. Mereka bakal menerima total 24 item EXP Booster, terdiri dari 12 Perangkat Keras dan 12 Booster Karier berdurasi 60 menit.
Baca Juga: Avatar: The Last Airbender Kembali Hadir Lewat Game dan Seri Animasi Baru
Tidak berhenti di situ, semua pemain yang terkena dampak juga akan mendapatkan akses penuh ke Battle Pass musiman secara gratis.
Bahkan, para pemilik Phantom Edition yang sudah termasuk benefit premium, akan menerima bonus tambahan berupa akses gratis ke Battle Pass Musim 2.
Langkah ini menunjukkan keseriusan EA untuk memperbaiki hubungan dengan komunitasnya setelah awal yang kurang mulus.
Pemberian hadiah terbukti krusial, mengingat Battlefield 6 adalah game dengan rating terbaik dalam seri ini selama bertahun-tahun, yang sukses besar melampaui judul raksasa lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
5 Smartwatch Rp300 Ribuan dengan Sensor Kesehatan Lengkap
-
4 Pilihan HP Tecno RAM Besar di Bawah Rp1,5 juta, Terbaik untuk Multitasking Harian
-
Oppo Reno 15 Series Siap Gebrak Tanah Air, Kamera Depan Ultra-Wide dan AI Popout Jadi Andalan!
-
18 Kode Redeem FC Mobile 16 Januari 2026, Jaminan Pemain Pool A dan Tips Hemat Permata
-
34 Kode Redeem FF 16 Januari 2026, Cek Strategi Diskon 80 Persen di Event Relay Mart
-
9 Tablet Snapdragon RAM 8GB Termurah, Performa Ngebut Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
7 Rekomendasi Smartwatch Lari Anti Air Terbaik, Fitur Lengkap Mulai Rp300 Ribuan!
-
Registrasi SIM via Biometrik, Warga Bisa Terancam Kehilangan Hak Komunikasi
-
5 Rekomendasi Smartwatch Diskon hingga 40 Persen di Eraspace, Ada yang Jadi Rp1 Jutaan
-
LG StanbyME 2 Resmi Masuk Indonesia, TV Portabel dengan Layar Lepas-Pasang dan AI Lebih Cerdas