- Gangguan Cloudflare menyebabkan ratusan juta pengguna global terdampak dan banyak layanan internet besar ikut tumbang.
- Penyebab utama adalah crash pada sistem Manajemen Bot akibat bug konfigurasi yang membebani memori.
- Insiden ini menunjukkan ketergantungan internet modern pada infrastruktur terpusat seperti Cloudflare.
Suara.com - Pernah merasa internet tiba-tiba 'rusak'? Anda ingin membuka X (dulu Twitter), bekerja dengan Canva, atau bahkan push rank di Valorant, tapi semua layanan tersebut mendadak tidak bisa diakses. Salah satu pilar infrastruktur internet global ternyata mengalami gangguan, atau kalimat singkat lainnya adalah 'Cloudflare Down'.
Jadi, apa itu Cloudflare? Anggap saja Cloudflare sebagai gabungan satpam dan kurir super cepat untuk sebuah situs web.
Secara teknis, Cloudflare adalah layanan perantara yang berada di antara pengunjung (Anda) dan server asli sebuah website.
Fungsi utamanya adalah meningkatkan kecepatan dengan menyimpan salinan konten (caching) di server yang lokasinya paling dekat dengan Anda, sehingga website terasa lebih gesit saat dibuka.
Selain itu, ia bertindak sebagai perisai digital, melindungi situs dari berbagai serangan siber berbahaya seperti DDoS yang bisa membuat website lumpuh total.
Dengan mengoptimalkan gambar dan mengurangi beban server utama, Cloudflare membantu menjaga internet tetap cepat dan aman bagi jutaan penggunanya.
Namun, apa yang terjadi saat 'satpam' raksasa ini sedang istirahat? Kekacauan digital.
Seperti yang terjadi pada 18 November 2025, saat gangguan Cloudflare menyebabkan efek domino yang melumpuhkan sebagian besar internet.
CEO Cloudflare baru-baru ini menjelaskan bahwa sistem mereka lumpuh karena terdapat masalah pada pada 'Manajemen Bot'
Baca Juga: Komdigi Akui Kualitas Internet Indonesia Kalah Jauh dari Malaysia
Mengutip WindowsCetral dan AndroidAuthority, insiden Cloudflare Down diprediksi mempengaruhi ratusan juta netizen, terutama pengguna X.
Banyak pengguna yang mencoba mengakses situs favoritnya justru disambut pesan error 500 atau notifikasi "kesalahan server internal".
Di platform X, muncul pesan ikonik "Ada yang salah. Coba muat ulang," sementara pengguna OpenAI melihat notifikasi aneh seperti "Harap buka blokir challenges.cloudflare.com untuk melanjutkan".
Akun resmi dan laman Cloudflare mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengalami masalah serius.
"Sedang Diselidiki: Cloudflare mengetahui dan sedang menyelidiki masalah yang berpotensi ke banyak pelanggan. Detail lebih lanjut diberikan segera setelah informasi lebih lanjut tersedia," bunyi keterangan pada laman resmi Cloudfare.
Ironisnya, bahkan situs pelacak gangguan populer seperti DownDetector sempat ikut tumbang karena ketergantungannya pada layanan Cloudflare.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
5 Smartwatch Terbaik Setara Apple Watch Rp1 Jutaan Masih Layak Beli di 2026
-
5 Smartwatch Terbaik untuk Naik Gunung di Bawah Rp1 Juta, GPS dan Kuat Suhu Ekstrem
-
Xiaomi Unggah Teaser, Peluncuran POCO X8 Pro ke Indonesia Makin Dekat
-
Poster Ungkap Kisaran Harga POCO M8 5G: HP Murah dengan Layar 3D Curved
-
51 Kode Redeem FF 7 Januari 2026: Bocoran Karakter Ninja dan Renovasi Map Peak
-
34 Kode Redeem FC Mobile 7 Januari 2026: Klaim Schmeichel Gratis dan Kompensasi Bug
-
4 Tablet Murah Xiaomi Performa Stabil untuk Kerja dan Hiburan, Mulai Rp1 Jutaan
-
Mudahnya Menambahkan Bingkai di Word: Ciptakan Dokumen yang Menarik!
-
Bagaimana Data CPI dan Level JISDOR Menentukan Pengaturan Perdagangan IDR Mingguan
-
Nvidia Pamer Trailer Resident Evil Requiem, Ungkap Dunia Horor yang Lebih Luas