- Gangguan global terjadi pada infrastruktur internet Cloudflare pada Selasa (18/11/2025).
- Perusahaan Amerika Serikat ini, yang mengamankan 20% lalu lintas web global, mengalami masalah setelah adanya lonjakan lalu lintas yang tidak biasa pada salah satu layanannya.
- Layanan mulai pulih setelah beberapa jam perbaikan diterapkan.
Suara.com - Salah satu pilar utama infrastruktur internet yang biasanya tersembunyi, Cloudflare, mengalami outage (gangguan) global pada hari Selasa (18/11/2025).
Gangguan ini segera menyebabkan pesan kesalahan muncul di jutaan website di seluruh dunia, menggarisbawahi kerapuhan sistem yang menyokong dunia modern.
Cloudflare, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat yang menyediakan layanan vital termasuk pertahanan terhadap serangan siber (DDoS attacks) dan percepatan kinerja situs, mengalami masalah yang tidak teridentifikasi.
Akibatnya, pengguna internet tidak dapat mengakses sebagian dari situs-situs pelanggannya. Bahkan, beberapa pemilik situs tidak bisa mengakses dashboard performa mereka sendiri.
Daftar Situs Raksasa yang Terdampak
Gangguan Cloudflare langsung terasa di berbagai platform online besar. Berdasarkan laporan dari Downdetector, beberapa situs yang mengalami peningkatan outage pada saat bersamaan dengan masalah Cloudflare meliputi:
Platform Media Sosial: X (milik Elon Musk) dan Truth Social (milik Donald Trump).
Layanan AI: OpenAI (termasuk ChatGPT dan aplikasi video pendek Sora) dan chatbot Claude milik Anthropic.
E-Commerce dan Bisnis: E-commerce platform Shopify dan mesin pencari kerja Indeed.
Layanan Publik: Beberapa layanan digital NJ Transit di Amerika Serikat.
Dilansir dari berbagai sumber, termasuk The Guardian, kerugian akibat gangguan ini berpotensi mencapai miliaran dolar AS.
Laporan gangguan dimulai sekitar pukul 11.48 pagi waktu London (18.48 WIB). Layanan mulai pulih dalam beberapa jam, dan pada pukul 09.57 pagi ET (21.57 WIB), Cloudflare mengumumkan bahwa perbaikan telah diimplementasikan.
Baca Juga: Lazada Siapkan Investasi Rp 400 Miliar buat Harbolnas 11.11
"Perbaikan telah diterapkan dan kami yakin insiden ini telah diselesaikan. Kami terus memantau kesalahan untuk memastikan semua layanan kembali normal," ujar perwakilan perusahaan dalam pembaruan status mereka.
Penyebab Diduga Lonjakan Lalu Lintas Aneh
Meskipun perbaikan telah dilakukan, Cloudflare menyatakan penyebab pasti dari gangguan tersebut masih diselidiki. Juru Bicara Cloudflare mengatakan bahwa perusahaan mendapati adanya "lonjakan lalu lintas yang tidak biasa" (spike in unusual traffic) pada salah satu layanan mereka yang dimulai sekitar pukul 6.20 pagi ET (18.20 WIB).
Lonjakan ini memicu kesalahan pada sebagian lalu lintas yang melewati jaringan Cloudflare.
"Kami belum mengetahui penyebab lonjakan lalu lintas yang tidak biasa tersebut," tambah juru bicara tersebut. "Kami mengerahkan seluruh tim untuk memastikan semua lalu lintas disajikan tanpa kesalahan. Setelah itu, kami akan mengalihkan perhatian kami untuk menyelidiki penyebab lonjakan yang tidak biasa ini."
Laporan menyebutkan bahwa insinyur Cloudflare sebetulnya telah menjadwalkan pemeliharaan pada hari Selasa di pusat data mereka di Tahiti, Los Angeles, Atlanta, dan Santiago (Chile).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari