- Kaspersky mendeteksi rata-rata 500.000 file berbahaya harian pada tahun 2025, menunjukkan peningkatan ancaman siber secara global.
- Jenis ancaman spesifik mengalami lonjakan signifikan, terutama *password stealer* naik 59 persen dan *spyware* naik 51 persen.
- Windows menjadi target utama dengan 48 persen pengguna diserang, sementara serangan siber kini semakin canggih dan terstruktur.
Suara.com - Sistem deteksi Kaspersky menemukan rata-rata 500.000 file berbahaya per hari pada tahun 2025, menandai peningkatan 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa jenis ancaman juga mengalami pertumbuhan secara global, terjadi lonjakan deteksi Password stealer atau pencuri kata sandi sebesar 59 persen.
Selain itu, jenis ancaman teradi peningkatan deteksi spyware sebesar 51 persen dan peningkatan deteksi backdoor sebesar 6 persen dibandingkan tahun 2024.
Temuan-temuan ini merupakan bagian dari seri Kaspersky Security Bulletin yang mengulas tren-tren Utama keamanan siber dalam satu tahun lalu.
Windows tetap menjadi target utama serangan siber. Tercatat sebanyak 48 persen pengguna Windows menjadi target berbagai jenis ancaman sepanjang tahun 2025. Untuk pengguna Mac, angkanya mencapai 29 persen.
Sementara itu, untuk ancaman online secara global, sebanyak 27 persen pengguna diserang ancaman berbasis online.
Ancaman ini merujuk pada malware yang menargetkan pengguna saat mereka sedang daring.
Ancaman online tidak terbatas pada aktivitas daring, tetapi pada akhirnya melibatkan internet pada tahap tertentu untuk menyebabkan kerugian.
Sedangkan untuk ancaman pada perangkat, sebanyak 33 persen pengguna telah terdampak akibat ancaman pada perangkat.
Baca Juga: Lindungi Datamu: Begini Cara Sederhana Pakai Kata Sandi untuk Dokumen Word
Ancaman ini mencakup malware yang menyebar melalui drive yang dapat dilepas seperti USB, CD, dan DVD, atau yang pada awalnya masuk ke komputer dalam bentuk tidak terbuka (misalnya, program dalam penginstal yang kompleks, berkas terenkripsi, dll.).
Alexander Liskin, Kepala Riset Ancaman di Kaspersky mengungkapkan bahwa lanskap ancaman siber saat ini ditandai dengan serangan yang semakin canggih terhadap organisasi dan individu di seluruh dunia.
"Salah satu pengungkapan paling signifikan yang diungkapkan Kaspersky tahun ini adalah kebangkitan kembali Hacking Team setelah rebranding-nya di tahun 2019, dengan spyware komersial Dante yang digunakan dalam kampanye APT ForumTroll, yang menggabungkan eksploitasi zero-day di peramban Chrome dan Firefox," jelasnya.
Menurut dia, kerentanan tetap menjadi cara paling populer bagi penyerang untuk masuk ke jaringan perusahaan, diikuti dengan penggunaan kredensial curian – sehingga meningkatkan jumlah password stealer dan spyware yang kita lihat tahun ini.
"Serangan rantai pasokan juga umum terjadi, termasuk serangan terhadap perangkat lunak sumber terbuka," ucap Alexander dalam keterangan resminya, Kamis (4/12/2025).
Menurutnya, tahun ini jumlah serangan semacam itu meningkat secara signifikan, dan bahkan melihat worm NPM Shai-Hulud pertama yang tersebar luas.
Lanskap ancaman yang semakin kompleks ini menjadikan penerapan strategi keamanan siber yang tangguh sangat penting bagi organisasi, karena kegagalan dalam penerapannya dapat menyebabkan penghentian operasional selama berbulan-bulan jika terjadi serangan.
"Pengguna individu juga harus selalu menggunakan solusi keamanan yang andal, jika tidak, mereka tidak hanya membahayakan data dan uang mereka sendiri, tetapi juga data dan uang organisasi tempat mereka bekerja," pungkas dia.
Berita Terkait
-
Suara.com Sempat Kena Serangan DDoS, Apa Itu dan Bagaimana Mengatasinya
-
Pemilik Smartphone Indonesia Jadi Sasaran Empuk Virus Trojan Triada
-
Cara Menangkis Serangan Ransomware lewat Kamera Pengawas
-
Riset: Lebih dari 500 Ribu Serangan Phishing pada Bisnis di Asia Tenggara 2024, Indonesia Nomor Dua di Asia Tenggara
-
Kolaborasi, Telkomsel, Kaspersky, dan Gojek Luncurkan Paket Baru, Data Pribai Makin Aman
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Penumpang Ambulans Tewas Seketika
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
Terkini
-
9 Wilayah Indonesia Terkena Tsunami Kecil Usai Gempa M7.7 di Filipina, Gempa Trending
-
8 HP dengan Kamera Bulat di Tengah, Desain Premium dan Lensa Lebih Maksimal
-
Resident Evil Veronica Siap Rilis 2027, Grafis Diklaim Lebih Detail
-
3 HP Redmi dengan Kamera 0,5x 200 MP OIS Terbaik, Cocok Buat Konten Foto Estetik
-
Kapan Gerhana Matahari Total 2026? Catat Tanggal dan Wilayah yang Bisa Menyaksikan
-
4 HP Redmi Spek Terbaik untuk Jangka Panjang, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
-
4 HP Asus dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Paling Murah Juni 2026
-
Smart Ring Gunanya Buat Apa Saja? Ini 3 Rekomendasi Terbaik dan Harganya
-
Daftar 40 HP Ekosistem Xiaomi yang Resmi Kebagian Update HyperOS 3.1, Cek Sekarang!
-
Gempa M7.7! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami ke 22 Wilayah di Sulut hingga Kaltim