Tekno / Sains
Jum'at, 12 Desember 2025 | 10:42 WIB
Ilustrasi kurangnya kualitas tidur (Pexels)

Pada hari-hari terpanas di musim panas, defisit tidur diperkirakan mencapai tingkat yang dapat mengganggu konsentrasi, kestabilan emosi, hingga kesehatan jangka panjang.

Melihat meningkatnya risiko, para peneliti menekankan pentingnya intervensi berbasis lingkungan. Strategi seperti peningkatan standar bangunan, penyediaan sistem pendinginan terjangkau, memperluas ruang hijau kota, hingga penerapan green roof disebut dapat membantu mengurangi paparan panas.

Selain itu, kebijakan publik perlu memprioritaskan kelompok rentan yang menghadapi risiko terbesar akibat peningkatan suhu malam hari.

“Membantu masyarakat mendapatkan tidur lebih baik berarti membantu mereka hidup lebih sehat,” kata Dr. Liao mengutip Earth.com (9/12/2025), menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas tidur harus menjadi bagian dari respons adaptasi terhadap perubahan iklim. 

Dengan bukti yang semakin kuat, para peneliti berharap temuan ini dapat mendorong tindakan nyata untuk melindungi kesehatan masyarakat di era suhu bumi yang terus meningkat.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Load More