Tekno / Tekno
Rabu, 07 Januari 2026 | 16:44 WIB
ilustrasi Trading. (Dok: Rankpillar)

Suara.com - Bagi para pedagang di Indonesia, rupiah bukan sekadar mata uang lain di layar. Rupiah memengaruhi harga impor, biaya pinjaman, dan perasaan stabilitas atau tekanan sehari-hari dalam perekonomian. Ketika Anda memperdagangkan pasangan IDR, terutama USDIDR, Anda secara efektif memperdagangkan kisah inflasi, ekspektasi kebijakan, dan arus modal masuk dan keluar Indonesia. Dua titik acuan yang sangat penting untuk kisah ini adalah data IHK bulanan dan level JISDOR harian.

Dalam konteks ini, banyak trader forex tidak hanya mengamati pola teknis. Mereka mengamati bagaimana data IHK baru dan pergerakan Suku Bunga Dolar Antarbank Jakarta membentuk ekspektasi terhadap rupiah setiap minggunya. Dengan menggabungkan petunjuk makro ini dengan zona harga yang jelas, Anda dapat membangun pengaturan trading IDR mingguan yang lebih terstruktur, alih-alih bereaksi terhadap setiap berita utama.

Memahami CPI dan Dampaknya terhadap IDR

Data Indeks Harga Konsumen melacak perubahan harga sekeranjang barang dan jasa di Indonesia. Ketika IHK menunjukkan kenaikan yang mengejutkan, hal ini dapat menandakan peningkatan tekanan inflasi. Ketika IHK menunjukkan penurunan, hal ini dapat menunjukkan bahwa permintaan lebih lemah dari perkiraan atau bahwa pengetatan kebijakan sebelumnya telah mendinginkan perekonomian.

Bagi para pedagang Rupiah, IHK penting karena memengaruhi ekspektasi terhadap keputusan Bank Indonesia. Jika inflasi berada di atas kisaran target, pelaku pasar mungkin mulai memperkirakan kemungkinan kebijakan yang lebih ketat atau setidaknya nada yang lebih hati-hati dari bank sentral. Hal ini seringkali mendukung Rupiah di minggu-minggu berikutnya, terutama jika kondisi global tidak terlalu risk-averse.

JISDOR Sebagai Jangkar Harian Untuk USDIDR

Meskipun IHK dirilis sebulan sekali, JISDOR menyediakan titik referensi harian. Nilai tukar ini dihitung oleh Bank Indonesia berdasarkan transaksi di pasar antarbank, sehingga memberikan nilai acuan untuk USDIDR yang dapat dirujuk oleh bank, perusahaan, dan investor.

Bagi para pedagang, JISDOR berfungsi sebagai semacam jangkar. Jika USDIDR spot diperdagangkan secara signifikan di atas JISDOR selama beberapa hari, hal ini dapat mengindikasikan permintaan dolar yang terus-menerus atau kekhawatiran terhadap rupiah. Jika spot tetap di bawah JISDOR atau berulang kali memantul dari acuan tersebut, hal ini dapat menunjukkan peningkatan kepercayaan terhadap IDR atau pasokan dolar eksportir yang kuat.

Langkah 1 Petakan Kalender CPI di Sekitar Rencana Mingguan Anda

Baca Juga: Neraca Dagang Surplus, Bank Indonesia Optimis Ketahanan Ekonomi Nasional Makin Kuat

Langkah pertama bagi para pedagang Indonesia adalah menandai tanggal rilis IHK pada kalender bulanan, lalu merencanakan pengaturan mingguan berdasarkan rentang waktu tersebut. Alih-alih menganggap IHK sebagai kejutan, Anda menentukan bagaimana Anda akan bertindak sebelum dan sesudah angka tersebut.

Anda dapat memutuskan untuk:

• Kurangi ukuran posisi sebelum rilis data untuk menghindari slippage yang besar
• Hindari membuka perdagangan IDR baru pada jam-jam terakhir sebelum data
• Siapkan dua skenario, satu untuk kejutan CPI yang lebih tinggi dan satu untuk pembacaan yang lebih lemah

Dengan memasuki minggu baru dengan struktur ini, Anda memperlakukan CPI sebagai acara terjadwal dalam rencana Anda dan bukan kejutan emosional.

Langkah 2 Membaca Cetakan CPI Dalam Konteks

Setelah CPI dirilis, angka utama saja tidak cukup. Pedagang Indonesia harus membandingkannya dengan:

Load More