- Transaksi Harbolnas 2025 tembus Rp36,4 triliun, tumbuh 17% dan lampaui target pemerintah.
- Produk lokal berkontribusi Rp16,6 triliun; kategori fesyen dan perawatan diri jadi favorit.
- Fitur Live Shopping dominasi preferensi belanja hingga 80% konsumen Harbolnas 2025.
Suara.com - Pesta belanja daring terbesar di tanah air, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025, sukses mencatatkan kinerja gemilang dengan nilai transaksi yang melampaui ekspektasi.
Berdasarkan data periode 10–16 Desember 2025, total transaksi mencapai Rp36,4 triliun, melampaui target awal pemerintah di kisaran Rp33–34 triliun.
Capaian ini menandai pertumbuhan impresif sebesar 17 persen dibandingkan tahun 2024 yang membukukan Rp31,2 triliun. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa Harbolnas telah menjadi stimulus vital bagi daya beli masyarakat di penghujung tahun.
“Harbolnas 2025 mencetak transaksi Rp36,4 triliun. Ini membuktikan perayaan belanja menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem perdagangan digital nasional,” ujar Budi dalam keterangan resminya, Senin (5/1/2026).
Salah satu sorotan utama tahun ini adalah kontribusi produk dalam negeri yang mencapai Rp16,6 triliun atau setara 45,6 persen dari total transaksi. Angka ini naik sekitar Rp500 miliar dibandingkan tahun lalu.
Kategori produk lokal yang paling diburu konsumen meliputi fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri dan makanan dan minuman.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong UMKM memperkuat kapasitas digital agar tren positif penggunaan produk lokal ini terus terjaga secara berkelanjutan.
Harbolnas 2025 juga memotret perubahan perilaku konsumen yang signifikan. Fitur Live Shopping menjadi primadona dengan tingkat minat mencapai 80 persen, jauh mengungguli fitur permainan (gamifikasi) yang hanya diminati 31 persen konsumen. Interaksi real-time dan ulasan langsung dinilai menjadi faktor penentu keputusan belanja.
Selain itu, strategi pemasaran melalui afiliator terbukti sangat efektif. Sebanyak 54 persen konsumen melakukan transaksi melalui tautan yang dibagikan oleh para afiliator di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.
Baca Juga: Purbaya Buka Peluang Tarik Pajak E-commerce 2026
Dengan keterlibatan lebih dari 1.300 pelaku usaha, Harbolnas 2025 sukses mengukuhkan diri sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi nasional yang kolaboratif antara pemerintah, asosiasi (idEA), dan pelaku niaga elektronik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
File APK Berkedok Undangan Kuras Rekening di Batang, Pakar: Nasabah Harus Lebih Awas
-
Viral Alumni LPDP Tolak Anak WNI, Purbaya: 20 Tahun Lagi Dia Nyesel!
-
Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Cara Tukar Uang Baru di PINTAR BI untuk THR Lebaran 2026, Ini Ketentuannya
-
Laporan Keuangan Bank Mandiri (BMRI) Awal Tahun 2026, Nilai Aset Naik Drastis
-
Dilema Minyak Mentah: Tensi AS-Iran Mereda, Namun Tarif Trump Menekan Harga
-
Cabai Rawit Masih Tinggi, Harga Pangan Nasional Mulai Turun Bertahap
-
Langkah Mudah Gabung NPWP Suami Istri Lewat Coretax agar SPT Lebih Praktis
-
Emas Antam Semakin Mahal, Harganya Tembus Rp 3.028.000/Gram
-
Lippo Malls Agresif Ekspansi Bisnis pada 2026, Kembangkan Pusat Perbelanjaan di Lampung