Tekno / Tekno
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:56 WIB
Lenovo CIO Playbook 2026 di Lenovo TechDay '26, Jakarta, Selasa (13/1/2026). [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • Laporan Lenovo bersama IDC menunjukkan 96% organisasi Asia Pasifik tingkatkan investasi AI rata-rata 15% hingga 2026.
  • Fokus bergeser ke AI berbasis dampak terukur, dengan 88% target ROI positif sekitar 2,8 kali lipat pada 2026.
  • Arsitektur Hybrid AI dipilih 86% organisasi Asia Pasifik untuk mengintegrasikan cloud, on-premise, dan edge secara efektif.

Suara.com - Transformasi kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia Pasifik memasuki fase baru. 

Perusahaan tak lagi sekadar bereksperimen, tetapi mulai memacu adopsi AI secara nyata dan terukur sebagai bagian inti dari strategi bisnis.

Hal itu terungkap dalam Lenovo CIO Playbook 2026: The Race for Enterprise AI, laporan edisi keempat yang dikembangkan Lenovo bersama IDC. 

Studi ini menunjukkan, 96 persen organisasi di kawasan Asia Pasifik, termasuk ASEAN+1, berencana meningkatkan investasi AI dalam 12 bulan ke depan, dengan pertumbuhan belanja rata-rata mencapai 15 persen pada 2026.

Investasi tersebut mencakup berbagai spektrum teknologi, mulai dari Generative AI (GenAI) dan Agentic AI, layanan AI berbasis cloud publik, infrastruktur AI on-premise, hingga solusi keamanan berbasis AI.

Kawasan ASEAN+ (Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Hong Kong, dan Taiwan) menunjukkan momentum yang sejalan. 

Sebanyak 96 persen organisasi di wilayah ini juga siap mengerek anggaran AI, menegaskan AI kini menjadi penggerak utama pertumbuhan dan daya saing perusahaan.

“Ketika 96 persen organisasi merencanakan peningkatan rata-rata investasi AI sebesar 15 persen, ini menunjukkan bahwa keputusan terkait AI kini telah menjadi inti dari strategi perusahaan,” ujar Sumir Bhatia, President, Asia Pacific, ISG, Lenovo, saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Menurut Sumir, tantangan ke depan bukan lagi soal adopsi, melainkan efektivitas integrasi AI ke dalam infrastruktur, operasional, dan sistem keamanan agar nilai bisnisnya terus berlipat ganda.

Baca Juga: CES 2026: LG Perkenalkan AI in Action, AI Nyata Untuk Rumah Sampai Kendaraan

Dari Validasi ROI ke AI Berbasis Hasil Nyata

Jika tahun lalu fokus perusahaan masih berkutat pada validasi nilai dan studi kasus AI, Playbook 2026 menandai pergeseran tegas menuju pendekatan outcomes-led AI, yakni AI yang benar-benar menghasilkan dampak terukur.

Sebanyak 88 persen organisasi di Asia Pasifik menargetkan ROI positif dari AI pada 2026, dengan proyeksi rata-rata pengembalian mencapai 2,8 kali lipat, atau sekitar 2,85 dolar AS untuk setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan.

Namun, laporan ini juga menyoroti bahwa memperluas AI dari tahap uji coba ke skala enterprise masih menjadi tantangan besar. 

Tata kelola, model operasional, serta manajemen siklus hidup AI menjadi kunci agar investasi tersebut berkelanjutan.

AI Tak Lagi Monopoli Divisi IT

Load More