- Tim Kaspersky mengungkap kampanye MaaS menargetkan pembaca ebook di Turki, Mesir, Bangladesh, dan Jerman melalui unduhan palsu.
- Malware menggunakan loader LazyGo baru untuk mencuri kata sandi, aset kripto, dan kredensial pengembang dari komputer korban.
- Infeksi tinggi terjadi pada sektor pemerintah dan pendidikan; pelaku terus menyebarkan ebook berbahaya menggunakan teknik penghindaran canggih.
Suara.com - Tim Riset & Analisis Global (Global Research & Analysis Team/GReAT) Kaspersky mengungkap kampanye malware-as-a-service yang menargetkan pembaca ebook di Turki, Mesir, Bangladesh, dan Jerman.
Pelaku kejahatan siber menyamarkan malware canggih sebagai buku-buku terlaris berbahasa Turki dan Arab, menipu ratusan pembaca untuk mengunduh file yang melakukan pencurian kata sandi, dompet aset kripto, dan informasi sensitif lainnya dari komputer mereka.
Peneliti GReAT mengidentifikasi kampanye malware-as-a-service (MaaS) menggunakan LazyGo, sebuah loader berbasis Go yang baru ditemukan yang mengirimkan beberapa program pencuri informasi.
Kampanye ini menargetkan pengguna yang mencari judul-judul populer mulai dari "The Thirty-Nine Steps" karya John Buchan dalam bahasa Turki hingga teks-teks Arab tentang puisi, cerita rakyat, cuaca, dan praktik keagamaan.
File-file berbahaya tersebut menyamar sebagai ebook PDF tetapi sebenarnya adalah program yang dapat dieksekusi dengan ikon PDF.
Ketika pengguna mengunduh dan membuka buku-buku palsu ini, loader LazyGo menyebarkan infostealer termasuk StealC, Vidar, dan ArechClient2.
Para peneliti Kaspersky mengidentifikasi tiga varian LazyGo, yang masing-masing menggunakan teknik penghindaran yang berbeda seperti pelepasan API, bypass AMSI, penonaktifan ETW, dan deteksi anti-mesin virtual.
Informasi yang dicuri meliputi data browser, yang meliputi kata sandi tersimpan, cookie, informasi pengisian otomatis, dan riwayat penelusuran dari Chrome, Edge, Firefox, dan peramban lainnya.
Aset keuangan, terdiri dari ekstensi dompet aset kripto, file konfigurasi, dan data penyimpanan.
Baca Juga: Waspada! Di Balik Keindahan Pandora, 'Avatar 3' Jadi Umpan Empuk Penjahat Siber
Kredensial pengembang, seperti kredensial AWS, token Azure CLI, dan token Microsoft Identity Platform.
Platform komunikasi terdiri dari Token Discord, data Telegram Desktop, dan file sesi Steam.
Selain itu, informasi sistem, pesifikasi perangkat keras, perangkat lunak yang terinstal, dan proses yang berjalan.
Para korban yang terinfeksi ArechClient2/SectopRAT menghadapi risiko tambahan karena penyerang mendapatkan kendali jarak jauh sepenuhnya atas mesin yang disusupi.
Telemetri Kaspersky menunjukkan tingkat infeksi yang tinggi di Turki, Bangladesh, Mesir, dan Jerman, yang memengaruhi lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, layanan TI, dan sektor lainnya.
Kampanye ini tetap aktif dengan pelaku ancaman yang terus mengunggah ebook berbahaya baru ke GitHub dan situs web yang disusupi.
"Hal yang membuat kampanye ini sangat mengkhawatirkan adalah penggunaan model malware-as-a-service yang dikombinasikan dengan rekayasa sosial yang sangat tertarget," kata Yossef Abdelmonem Peneliti Keamanan Senior di Kaspersky Great dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, berbagai varian loader LazyGo dan teknik penghindaran canggih menunjukkan bahwa ini bukan kejahatan siber oportunistik, ini adalah operasi terstruktur yang dirancang untuk mengumpulkan kredensial dalam skala besar.
"Organisasi harus sangat waspada karena token pengembang dan kredensial cloud yang dicuri dapat memberi penyerang akses mendalam ke infrastruktur perusahaan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Waduh! Serangan Trojan Perbankan lewat HP Melonjak hingga 196 Persen di 2024
-
Pakar Ungkap Cara Kerja Serangan Defacement
-
Awasi Anak! Terdeteksi 1,6 Juta Serangan Siber Ngumpet di Roblox
-
Waspada! Malware Berbahaya Ditemukan di iOS, Bisa Ngintip Konten di Layar
-
Indonesia Terus Jadi Incaran Penjahat Siber, Hampir 4 Juta Serangan Berbasis Web Diblokir di Q4 2024
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!
-
Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK
-
Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF
-
WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo
-
Purbaya soal Rumor Jadi Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo: Saya Mah Isu Abadi
-
Investor Ritel Kini Punya Akses Beli IPO Obligasi Korporasi Secara Digital
-
4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap