- HP murah tidak melulu berkualitas sehingga perlu dicek secara keseluruhan agar tidak menyesal.
- Hindari HPmurah RAM di bawah 4 GB untuk multitasking lancar di tahun 2026.
- Selain itu, pilih chipset fabrikasi kecil agar baterai awet dan suhu ponsel dingin.
Suara.com - HP murah dengan klaim spesifikasi komplet dan kekinian memang menggoda. Namun, di balik label murah, terdapat risiko yang perlu diwaspadai agar tidak menyesal kemudian.
Sering kali, pembeli tergoda dengan HP murah yang tampilan fisiknya menyerupai flagship. Padahal, perlu memperhatikan jeroan dan komponen lain untuk pemakaian yang lama.
Alih-alih fungsional, HP yang keliru hanya akan menghambat produktivitas karena berbagai kendala teknis yang berpotensi muncul setelah dibeli.
Berikut ini tipe dan ciri-ciri HP yang perlu dihindari jika ingin smartphone yang awet untuk penggunaan jangka panjang.
1. Kapasitas RAM di Bawah 4 GB dan Memori Internal EMMC
Kekinian, aplikasi populer seperti WhatsApp, TikTok, Instagram, hingga aplikasi perbankan semakin menjamur dan mengonsumsi banyak sumber daya.
HP dengan RAM hanya 2 GB atau 3 GB dipastikan akan mengalami lag parah saat melakukan multitasking. Maka dari itu, perlu RAM besar untuk memenuhi kebutuhan.
Selain RAM, perhatikan jenis memori internal. HP murah yang tidak awet biasanya masih menggunakan teknologi eMMC.
Untuk jangka panjang, carilah HP yang sudah menggunakan UFS (Universal Flash Storage) karena memori ini memiliki kecepatan baca dan tulis data yang jauh lebih cepat, sehingga proses membuka aplikasi dan booting tidak memakan waktu lama meski ponsel sudah digunakan lebih dari satu tahun.
Baca Juga: 5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
2. Chipset dengan Fabrikasi Tua (Di Atas 12nm)
Chipset adalah otak dari smartphone. Banyak HP murah menggunakan chipset stok lama untuk menekan harga.
Ciri chipset yang tidak cocok untuk jangka panjang adalah yang memiliki fabrikasi besar, misalnya 12nm, 14nm, atau bahkan lebih tua.
Chipset dengan fabrikasi tua cenderung lebih cepat panas dan boros baterai. Selain itu, performanya akan menurun drastis seiring dengan pembaruan aplikasi yang semakin berat.
Untuk penggunaan jangka panjang, minimal pilihlah chipset dengan fabrikasi 6nm atau 4nm yang jauh lebih efisien dan dingin, seperti seri Snapdragon 600 atau 400 terbaru serta MediaTek Helio seri G99 ke atas.
3. Tidak Ada Jaminan Update Software dan Keamanan
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim