Tekno / Internet
Minggu, 08 Februari 2026 | 15:18 WIB
Ilustrasi Jeffrey Epstein dan Epstein Files. Jeffrey Disebut Mata-Mata Israel. (Sandoval Legacy Group)
Baca 10 detik
  • Dokumen Epstein Files rilis Januari 2026 ungkap data tokoh Indonesia.
  • Nama Hary Tanoesoedibjo disebut terkait bisnis properti dengan Donald Trump.
  • Istilah Indonesian CIA muncul dalam dokumen laporan informan rahasia FBI.

Suara.com - Kalimat 'Indonesian CIA' pada Epstein Files atau Dokumen Epstein menarik banyak pihak setelah beredar luas akhir Januari 2026. Kalimat yang membahas 'Indonesian CIA' dan konglomerat Tanah Air nampak satu dokumen dengan topik 'mata-mata Israel'.

Sebagai informasi, Departemen Kehakiman AS (DOJ) resmi merilis Epstein Files ke publik pada akhir Januari 2026.

Dokumen tersebut berisi tiga juta halaman, 180 ribu foto, serta 2.000 video.

Sebagian di antara dokumen berisi kejahatan seksual yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein.

Indonesia juga dibahas sebanyak 902 kali dengan beberapa tokoh nasional ada pada dokumen.

Perlu digarisbawahi, nama tokoh yang ada pada Epstein Files belum tentu terlibat pada tindak kejahatan karena isi dokumen bersifat universal.

Epstein disebut sebagai mata-mata Israel. (DOJ)

Epstein Files bahkan memuat dokumen laporan keuangan JPMorgan di mana nama Jokowi dan Sri Mulyani ada di dalamnya.

Pembahasan 'Indonesian CIA' dan Mata-Mata Israel

Salah satu konglomerat Indonesia nampak dibahas pada dokumen Epstein Files berkode 'EFTA00090314'.

Baca Juga: Kronologi Nama Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Artinya?

Lembar pertama dokumen yang tercatat tanggal 19 Oktober 2020 bertuliskan 'UNCLASSIFIED, FEDERAL BUREAU OF INVESTIGATION. CHS REPORTING DOCUMENT' (TIDAK TERKLASIFIKASI, BIRO INVESTIGASI FEDERAL. DOKUMEN PELAPORAN CHS).

Dokumen banyak membahas mengenai CHS atau informan yang disebut sebagai sumber informasi rahasia (CHS).

Informan rahasia FBI itu menyebut bila Jeffrey Epstein adalah mata-mata Israel.

Menurut CHS, Epstein dekat dengan salah satu petinggi Israel. Salah seorang petinggi bahkan menyebut bila Netanyahu merupakan seorang kriminal.

"(U)Jeffrey Epstein (Epstein) diwakili oleh Dershowitz. CHS ingat Dershowitz memberi tahu Alex Ocasta (Jaksa AS Distrik Selatan Florida pada saat itu) bahwa Epstein tergabung dalam dinas intelijen AS dan sekutu. CHS membagikan rekaman panggilan telepon antara Dershowitz dan Epstein di mana ia mencatat. Setelah panggilan ini, Mossad kemudian akan menghubungi Dershowitz untuk memberikan pengarahan. Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak (Barak) dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya. Barak percaya bahwa Netanyahu adalah seorang kriminal. Arab Saudi, Israel, dan Uni Emirat Arab (UEA) bersekutu melawan Qatar, Turki, Iran, dan Suriah," bunyi keterangan pada Esptein Files.

Pada lembar kedua, tepatnya tiga paragraf setelah membahas mata-mata Israel, Esptein Files memuat keterangan tentang 'Indonesian CIA'.

Load More