-
Trump Mobile mulai mengirimkan unit T1 kepada pemesan akhir pekan ini.
-
Spesifikasi Trump T1 menggunakan Snapdragon Seri 7 dan layar AMOLED 120Hz.
-
Perakitan akhir dilakukan di Miami dengan harga promosi 499 Dolar AS.
Suara.com - Setelah melalui drama penundaan, desain ulang, hingga rumor pembatalan, ponsel Trump T1 akhirnya bersiap meluncur ke pasar komersial.
Sebagai informasi, Trump T1 merupakan HP baru besutan perusahaan Donald Trump.
Perangkat awalnya diklaim sebagai 'Made in America', meski menuai pro dan kontra.
Usai berbagai drama, smartphone sepertinya hanya merupakan 'Rebrand' saja. Kabar peluncuran dikonfirmasi langsung oleh CEO Trump Mobile, Pat O'Brien.
Ia menyatakan bahwa pengiriman bagi pelanggan yang telah melakukan pra-pemesanan akan dimulai akhir pekan ini.
O'Brien menjelaskan bahwa proses pengiriman diperkirakan memakan waktu "beberapa minggu" hingga seluruh pesanan awal tuntas terpenuhi.
Meskipun Trump Mobile mengklaim permintaan pasar "sangat tinggi", banyak pengamat teknologi yang merasa skeptis.
O'Brien menyebut bahwa penantian panjang para konsumen akan "terbayar karena kami menghadirkan produk yang luar biasa," namun spesifikasi teknisnya berkata lain.
Dijual dengan harga promosi 499 dolar AS (Rp8,8 juta), Trump T1 Phone tampak kurang kompetitif jika disandingkan dengan veteran kelas menengah seperti Samsung Galaxy A57 atau Motorola Edge 2025.
Baca Juga: AS Bebaskan Suporter Piala Dunia 2026 dari Sejumlah Negara dari Kewajiban Deposit Visa
Perangkat secara teknis berbasis pada HTC U24 Pro keluaran 2024, namun dengan beberapa pemangkasan fitur.
Dapur pacunya mengandalkan chipset Snapdragon seri 7 yang dipadukan dengan layar AMOLED 6,78 inci 120Hz.
Meski dibekali baterai 5.000 mAh, ponsel ini absen dari fitur pengisian daya nirkabel.
Itu merupakan sebuah kekurangan besar untuk perangkat di rentang harga tersebut.
Di sektor fotografi, terdapat kamera utama 50MP dan lensa telefoto yang hanya menawarkan 2x zoom.
Mengutip CNet, masalah utama yang menjadi sorotan adalah penggunaan Android 15 di saat Android 16 mulai populer.
Berita Terkait
-
Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka
-
Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi
-
Tantang POCO X8 Pro Max dan Xiaomi 17T Series, iQOO 15T Pamer Fitur Ray Tracing
-
iQOO Neo 12 Diprediksi Bawa Chip Terkencang Qualcomm, Harga Bakal Lebih Mahal?
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Moto G37 Series Debut Minggu Depan, HP Murah Ini Bawa Baterai 7.000 mAh
-
Tren Kamera Vintage 2026 : Foto Blur dan Aesthetic ala Gen Z Kini Viral di TikTok
-
realme C100 dan C100x Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Baterai 8000mAh Tahan Seharian untuk Heavy User
-
iQOO 16 Bakal Gunakan Chip Terbaru Snapdragon, Tawarkan Refresh Rate dan AnTuTu Tinggi
-
16 HP Android yang Mendukung AirDrop via Quick Share, dari Samsung hingga OPPO
-
Xiaomi 17 Max Siap Menggila! Bawa Baterai 8.000mAh, Kamera Leica 200MP dan Snapdragon Terbaru
-
Fakta Mengejutkan! Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol, Menkomdigi Beri Peringatan
-
5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
-
Harga MacBook Neo Resmi di Indonesia, Pre-Order Dibuka Hari Ini
-
TSMC Prediksi Industri Chip Global Tembus Rp24 Kuadriliun pada 2030, AI Jadi Mesin Utama Pertumbuhan