Tekno / Internet
Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:23 WIB
Ilustrasi Internet of Things (IoT). [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Diproyeksikan 678 juta perangkat IoT akan beredar di Indonesia pada 2025 dengan potensi nilai pasar mencapai 40 miliar dolar AS.
  • Penguatan fondasi nasional mencakup standar, regulasi, dan ketersediaan 11.800 engineer IoT bersertifikasi untuk mendukung pertumbuhan.
  • Indonesia harus mengatasi ketergantungan impor komponen sekaligus memastikan keamanan siber menghadapi peningkatan risiko global.

Perizinan investasi, harmonisasi regulasi, kolaborasi pemerintah-industri, hingga kesiapan data center menjadi elemen krusial untuk menjaga kedaulatan dan kecepatan pemrosesan data.

Musyawarah Nasional (Munas) III, Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI). [ASIOTI]

272 Ribu BTS dan Arah 5G ke Industri

Dalam talkshow bertema IoT Indonesia 2026: Dari Konektivitas ke Kecerdasan Kolektif, General Manager Network Digitalization and Service Innovation Telkomsel, Bowon Baskoro, memaparkan kesiapan infrastruktur.

Saat ini, Telkomsel mengoperasikan lebih dari 272 ribu BTS, terdiri dari 221 ribu BTS 4G dan lebih dari 2.500 BTS 5G, dengan cakupan 4G mencapai 97 persen populasi dan fixed coverage 98 persen wilayah.

“Melalui jaringan yang andal, latensi rendah, dan skalabilitas tinggi, Telkomsel mendorong implementasi solusi berbasis otomatisasi, kecerdasan buatan, hingga pemantauan real-time guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri,” ujar Bowon.

5G diarahkan untuk use case seperti smart mining, smart warehouse, dan smart manufacturing, area yang menuntut latensi rendah dan respons instan.

IoT yang Menghemat Ratusan Miliar

Implementasi nyata juga dipaparkan Founder PT Myeco Inovasi Indonesia (myECO), Maulana Derifato A. Ia menyebut solusi AI dan IoT yang dikembangkan perusahaannya telah terpasang di lebih dari 55.000 perangkat lintas sektor.

“Hingga kini, solusi tersebut telah digunakan oleh lebih dari 55.000 perangkat dan pelanggan dari berbagai sektor,” ujarnya.

Baca Juga: Xiaomi Indonesia Perluas Ekosistem Rumah Pintar, Hadirkan 3 Perangkat AIoT Terbaru

Salah satu implementasi di Grup Astra (AGEn) diklaim menghasilkan penghematan biaya operasional hingga Rp368 miliar dan efisiensi energi 3.136 terajoule berdasarkan laporan keberlanjutan 2024.

Di sisi lain, Tribe Leader Telkom Regional Solution Antares Telkom Indonesia, Ibnu Alinursafa, menegaskan perluasan IoT ke smart city, utilities, agriculture, asset tracking, dan manufaktur—dengan pendekatan biaya kompetitif dan dukungan teknis lokal.

Ancaman Siber Mengintai

Namun, semakin banyak perangkat terhubung berarti semakin luas pula permukaan serangan siber. Sandiman Muda Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Energi dan Sumber Daya Alam Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN RI), Agus Winarno, mengingatkan ancaman global kian meningkat.

“Penguatan sistem keamanan siber, perlindungan jaringan, enkripsi data, serta peningkatan kesiapan SDM menjadi keharusan agar percepatan digitalisasi tidak justru meningkatkan risiko kebocoran data dan gangguan operasional,” tegasnya.

Lonjakan penggunaan cloud, DDoS, hingga ransomware mempertegas bahwa IoT tanpa keamanan hanya akan menjadi pintu masuk baru bagi serangan.

Load More