- Guru Besar UGM, Siti Mutiah Setiawati, menyoroti ketimpangan logika internasional terkait isu nuklir Iran dan Israel.
- Potensi serangan terhadap Iran dinilai pelanggaran hukum internasional serius jika tuduhan senjata pemusnah massal tidak terbukti.
- Konflik berpotensi memperburuk ekonomi domestik Indonesia karena ketergantungan impor minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Suara.com - Guru Besar Geopolitik Timur Tengah Universitas Gadjah Mada (UGM), Siti Mutiah Setiawati, menyoroti ketimpangan logika internasional terkait isu kepemilikan senjata nuklir yang selama ini dialamatkan kepada Iran.
Siti menilai ada kontradiksi besar ketika Amerika Serikat menyerang Iran atas dasar tuduhan pengembangan senjata pemusnah massal. Sementara di sisi lain, potensi kekuatan nuklir Israel seolah terabaikan.
Oleh sebab itu, menurutnya, serangan terhadap Iran merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional yang sangat serius apabila alasan yang digunakan tidak terbukti.
"Jadi ini memang perang atau penyerangan terhadap Iran itu satu pelanggaran hukum internasional yang fatal," tegas Siti saat dihubungi Suara.com, Jumat (13/3/2026).
Terkait potensi keterlibatan kekuatan dunia lainnya, Siti bilang bahwa kecil kemungkinan negara seperti Korea Utara akan membentuk aliansi militer spesial dengan Iran.
Walaupun pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara resmi telah menyatakan sikapnya untuk berdiri bersama Teheran dalam menentukan masa depan kepemimpinan nasional mereka secara mandiri.
Korea Utara menegaskan bahwa mereka sangat menghormati kedaulatan politik bangsa Iran.
Pernyataan dukungan ini juga dibarengi dengan kritik tajam yang diarahkan kepada blok Barat dan sekutunya.
Meskipun kedua negara tersebut sama-sama mendapatkan sanksi dan dikucilkan oleh Amerika Serikat, kata Siti, secara historis keduanya tidak memiliki kedekatan hubungan yang signifikan.
Baca Juga: AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
"Korea Utara dengan Iran itu ya tidak punya hubungan yang spesial seperti halnya Amerika dengan Israel kan gitu. Jadi ya kemungkinannya bergabung dengan Iran kecil," ucapnya.
Selain dampak geopolitik dan keamanan, Siti memperingatkan dampak ekonomi yang mulai terasa di dalam negeri. Terutama merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Ia mencatat bahwa pelemahan rupiah sebenarnya sudah terjadi bahkan sebelum eskalasi perang ini memuncak.
"Tidak karena perang pun rupiah kita itu sudah terus merosot nilainya terhadap dolar Amerika gitu," ungkapnya.
Namun memang Siti menjelaskan lebih lanjut bahwa perang akan memperparah kondisi ekonomi nasional sebab ketergantungan Indonesia pada impor minyak.
Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik akan memaksa pemerintah mengeluarkan lebih banyak cadangan devisa, yang pada akhirnya menekan stabilitas rupiah.
"Menakutkan itu kalau sampai perang ini berkelanjutan terus," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa