- Amartha meluncurkan platform donasi digital Amartha Empower untuk memperluas filantropi dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
- Platform ini berizin sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS sejak 2025, mendukung tata kelola dana donasi yang kredibel.
- Amartha Empower telah menyalurkan Rp2,5 miliar untuk pemulihan UMKM pascabanjir di Aceh dan Sumatra, termasuk perbaikan irigasi.
Dari dana sekitar Rp2,5 miliar, platform ini menyalurkan bantuan kepada lebih dari 32.000 pelaku UMKM terdampak, termasuk dukungan logistik, renovasi fasilitas, hingga pendampingan sosial.
Aria mengungkapkan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ketangguhan lahir dari kekuatan kolektif. Warga tidak hanya menunggu bantuan, tetapi aktif mencari solusi bersama untuk memulihkan penghidupan mereka,” katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (28/3/2026).
Salah satu hasil konkret adalah perbaikan saluran irigasi yang kini kembali mengaliri puluhan hektare lahan pertanian di Kabupaten Agam, dengan potensi nilai panen mencapai Rp3,8 miliar dalam beberapa bulan ke depan.
Penerima manfaat, Ira, warga Jorong Toboh, mengaku bantuan tersebut berdampak langsung pada pemulihan ekonomi masyarakat.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Amartha. Dukungan ini sangat berarti karena membantu kami bangkit setelah bencana dan memungkinkan petani kembali menanam,” ujarnya.
Arah Bisnis: Kolaborasi dan Ekonomi Inklusif
Ke depan, Amartha membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas dampak sosial melalui platform ini. Perusahaan menegaskan bahwa Amartha Empower bukan sekadar kanal donasi, melainkan bagian dari strategi besar membangun ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
“Bagi Amartha, Amartha Empower bukan sekadar platform donasi, melainkan kelanjutan dari misi inti kami: memberdayakan masyarakat desa agar tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan maju bersama,” tutup Aria.
Baca Juga: PP Tunas Berlaku 28 Maret 2026, Baru X dan Bigo Live yang Patuh
Berita Terkait
-
Jelang THR Cair, Waspada! Penipuan Digital Mengintai Lewat Link Palsu
-
Pelanggan Berbayar iQIYI di Indonesia Naik 5 Kali Lipat Berkat C-Drama dan Konten Lokal
-
Arkadia Digital Media (DIGI) Luncurkan Aura Research, Layanan Riset dan Analisis Isu Media Digital
-
LPDB Kucurkan Rp47 Miliar, Dukung Proyek Fiber Optik Koperasi Pegawai Indosat
-
Transaksi Digital Melejit, Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen di Awal 2026
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana