- Grup Arkadia Digital Media (DIGI) meluncurkan Aura Research pada 11 Maret 2026, lembaga riset penyedia analisis isu digital real-time.
- Aura Research menawarkan layanan pemantauan media, analisis isu, dan rekomendasi strategis untuk kebutuhan internal maupun eksternal.
- Lembaga riset ini unggul dalam sintesis data dari 20 hingga 30 sumber per topik untuk analisis lebih presisi.
Suara.com - Grup Arkadia Digital Media (DIGI), penerbit Suara.com, resmi meluncurkan Aura Research, sebuah lembaga riset yang menyediakan layanan data, informasi, serta analisis isu yang berkembang di media digital dan media sosial secara real-time. Peluncuran ini dilakukan bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-12 Suara.com pada 11 Maret 2026.
Sebagai bagian dari peluncuran tersebut, Aura Research juga memperkenalkan website resmi aura.suara.com yang kini telah dapat diakses publik sebagai platform informasi dan layanan riset yang dikembangkan oleh ekosistem Suara.com.
Aura Research hadir untuk menjawab kebutuhan yang semakin mendesak di era digital, di mana arus informasi bergerak sangat cepat dan publik, institusi, maupun brand membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap dinamika isu yang berkembang di ruang digital.
Sebagai lembaga riset, Aura Research menyediakan berbagai layanan mulai dari pemantauan media (media monitoring) secara real-time, pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber relevan, hingga analisis isu yang berkembang di media berita digital maupun media sosial. Layanan ini juga dilengkapi dengan rekomendasi strategis dan solusi berbasis data untuk membantu pengambilan keputusan bagi berbagai pihak.
Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono menyampaikan bahwa peluncuran Aura Research merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran media di tengah perubahan lanskap informasi digital yang semakin kompleks.
“Di era digital hari ini, informasi bergerak sangat cepat, dan sering kali bercampur dengan berbagai perspektif, opini, bahkan disinformasi. Karena itu kebutuhan terhadap riset berbasis data dan analisis yang kredibel menjadi sangat penting,” ujar Suwarjono.
Menurutnya, Aura Research dikembangkan untuk melayani dua kebutuhan sekaligus, baik untuk internal redaksi maupun untuk kebutuhan eksternal.
Pertama, mendukung kebutuhan redaksi dalam memproduksi konten yang benar-benar relevan dengan audiens. Dengan pendekatan berbasis data, Aura Research membantu redaksi memahami tren percakapan publik, isu yang berkembang, serta dinamika perhatian audiens di berbagai platform digital.
“Dengan dukungan riset yang kuat, kami ingin memastikan bahwa konten yang diproduksi tidak hanya cepat, tetapi juga relevan, akurat, dan mencerminkan kebutuhan serta perhatian publik,” katanya.
Baca Juga: Diskusi Bulanan: Quantum Age, Big Data dan Masa Depan Industri Media
Kedua, Aura Research juga dirancang untuk melayani kebutuhan klien dan mitra eksternal, termasuk lembaga, perusahaan, organisasi, maupun brand yang membutuhkan pemantauan dan analisis isu di ruang digital.
Melalui layanan ini, Aura Research menyediakan media monitoring secara real-time, analisis percakapan di media sosial dan media mainstream, pemetaan isu strategis, hingga berbagai riset mendalam yang dapat membantu klien memahami dinamika opini publik serta merumuskan strategi komunikasi yang tepat.
Sementara itu, Manager Pengembangan Bisnis dan Teknologi Suara.com, Andrei Bhayu, mengatakan Aura Research dikembangkan sebagai platform riset berbasis teknologi yang membantu organisasi memahami perubahan yang terjadi di ruang digital.
“Aura Research membantu organisasi memahami data, tren pasar, dan perubahan sosial melalui penelitian berbasis teknologi dan analisis data. Kami juga menyediakan penelitian profesional, analisis berbasis kecerdasan buatan (AI), serta konsultasi ahli untuk memberdayakan organisasi dalam mengambil keputusan strategis,” kata Andrei.
Ia menjelaskan bahwa AURA dirancang dengan sistem analisis yang menempatkan kredibilitas sebagai fondasi utama. Sistem ini bekerja melalui beberapa tahapan utama, yakni:
• Diperoleh – penemuan konten secara cepat dengan metadata yang relevan.
• Dikutip – pemilihan sumber dilakukan berdasarkan kualitas serta referensi dari pihak ketiga yang kredibel.
• Dipercaya – validasi akhir dilakukan melalui keahlian, otoritas sumber, serta bukti sosial yang mendukung.
Andrei juga menambahkan bahwa pendekatan riset Aura Research memiliki keunggulan pada kedalaman sumber data yang dianalisis.
“Jika beberapa sistem riset berbasis AI global biasanya merangkum informasi dari sekitar 5 hingga 10 tautan utama, AURA mensintesis sekitar 20 hingga lebih dari 30 sumber per topik. Pool pengambilan data yang lebih besar ini memungkinkan presisi Named Entity Recognition (NER) yang lebih tinggi serta analisis konsensus yang lebih mendekati realitas di lapangan,” jelasnya.
Berita Terkait
-
HUT ke-12 Suara.com Luncurkan Aura Research, Platform AI untuk Analisis Data dan Monitoring Isu
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Catatkan Lonjakan Laba Bersih 129 Persen di Tahun 2024
-
Gelar RUPST, Arkadia Digital Media (DIGI) Angkat Direksi Baru
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter