- Mantan eksekutif Disney Kevin Mayer sarankan akuisisi Epic Games dan Fortnite.
- Disney telah investasi 1,5 miliar dolar untuk integrasi konten hiburan.
- CEO Epic Games Tim Sweeney memiliki hak veto atas penjualan perusahaan.
Suara.com - Disney disebut berpeluang tinggi untuk memantapkan diri di industri game apabila mampu mengakuisisi Fortnite dan Epic Games. Saran tersebut datang dari mantan petinggi Disney, Kevin Mayer.
Sebagai informasi, Kevin Mayer merupakan mantan eksekutif sekaligus bos streaming Disney.
Setelah meninggalkan Disney, Mayer sempat menjadi CEO TikTok, dan COO perusahaan induknya, ByteDance.
Kevin Mayer baru-baru ini menyarankan CEO Disney saat ini, Josh D'Amaro, untuk mengambil "langkah berani" demi mendorong pertumbuhan perusahaan.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah membeli perusahaan game raksasa, dengan Epic Games, kreator Fortnite, menjadi target utama yang paling potensial.
Hubungan kedua perusahaan sebenarnya sudah terjalin erat.
Disney telah menginvestasikan 1,5 miliar dolar AS di Epic Games untuk mengembangkan pengalaman hiburan berbasis game yang terintegrasi dengan Fortnite.
Kolaborasi ini bertujuan menciptakan dunia virtual yang persisten, tempat para penggemar bisa berinteraksi dengan properti intelektual Disney seperti Marvel dan Star Wars.
Namun, bagi sebagian pihak di Disney, posisi sebagai mitra saja tidak cukup.
Baca Juga: Jujutsu Kaisen Season 4 Resmi Diproduksi, Arc Culling Game Lanjut Part 2
Mengutip TechNave, jurnalis teknologi Alex Heath mengungkapkan bahwa ia yakin ada eksekutif senior Disney yang sangat tertarik untuk mengakuisisi penuh Epic Games dan hanya menunggu momen tepat.
“Saya pikir jika Epic suatu saat menjual diri, jika mereka memutuskan untuk berhenti menjadi perusahaan independen, Disney akan menjadi tempat yang paling tepat bagi mereka karena berbagai alasan," pendapat Alex Heath.
Meskipun demikian, jalan menuju akuisisi ini tidaklah mulus. Di internal Disney sendiri, ada penolakan dari eksekutif lain yang menganggap langkah tersebut adalah ide yang buruk.
Itu kemungkinan karena sejarah Disney yang kurang sukses dalam pengembangan game internal.
Rintangan terbesar, bagaimanapun, datang dari Epic Games itu sendiri.
CEO sekaligus pendiri, Tim Sweeney, memegang kendali penuh atas saham voting, memberinya hak veto mutlak atas penjualan perusahaan.
Berita Terkait
-
67 Kode Redeem FF Max Terbaru 31 Maret 2026: Ada Skin Pet, Pirate, dan M14 Panther Gratis
-
7 Tablet Gaming Murah Rp2 Jutaan untuk Main Game Berat, Layar Smooth Bebas Lag
-
Crimson Desert Laris Terjual Jutaan Kopi, Berpotensi Hadir di Nintendo Switch 2
-
Produksi Serial Tomb Raider Dihentikan Sementara, Sophie Turner Cedera Saat Syuting
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Poco X8 Pro Rilis 2 April, Baterai 8500mAh dan Dimensity 8500
-
REDMI 15 untuk Outdoor: Baterai Jumbo 7000mAh dan Tahan Air
-
Harga Langganan Strava Anjlok 40 Persen! Buka Akses Premium Lebih Luas
-
Masuk ke Indonesia 2 April 2026, Xiaomi Pamer Skor AnTuTu POCO X8 Pro Series
-
5 Cara Cek Tunggakan BPJS Kesehatan Terbaru 2026 secara Online
-
67 Kode Redeem FF Max Terbaru 31 Maret 2026: Ada Skin Pet, Pirate, dan M14 Panther Gratis
-
Samsung dan AMD Kolaborasi, Siapkan Memori AI HBM4 untuk GPU Instinct Terbaru 2026
-
OPPO Hyper Legend Cup 2026: 2 Tim Indonesia Lolos ke Grand Final MLBB Asia Tenggara
-
Lenovo Gandeng Huddly: Ruang Rapat Konvensional Anda Akan Berubah Jadi 'Smart' Berkat Kamera AI
-
7 Tablet Gaming Murah Rp2 Jutaan untuk Main Game Berat, Layar Smooth Bebas Lag