-
IGRS adalah sistem klasifikasi usia game dari Kementerian Komunikasi dan Digital.
-
Beberapa game populer seperti GTA 5 terkena blokir atau dilarang distribusinya.
-
Netizen mengkritik akurasi IGRS dalam menentukan rating usia konten dewasa.
Suara.com - Indonesia Game Rating System (IGRS) ramai menuai kritikan serta trending dalam dua hari terakhir. Tak sedikit netizen yang penasaran mengenai apa itu IGRS.
Pantauan melalui Trends24.in, IGRS trending di X regional Indonesia pada Senin (6/4/2026) setelah dicuitkan lebih dari 10 ribu kali.
Beberapa utas tentang IGRS juga viral usai memperoleh ribuan repost serta puluhan ribu tanda suka.
Netizen menyoroti beberapa judul game yang masuk kategori dewasa justru diklasifikasikan sebagai '3+' oleh IGRS.
Sebaliknya, beberapa game populer Claire Obscure, Metal Gear Solid Delta, Cyberpunk 2077, The Witcher 3, dan GTA 5 masuk dalam kategori Not Fit For Distribution.
Itu artinya beberapa judul populer tersebut terkena blokir di Indonesia. Dalam IGRS, 'Not Fit For Distribution' mempunyai definisi sebagai dilarang dijual, diimpor, atau didistribusikan di Indonesia (baik fisik maupun digital).
Itu karena konten yang dianggap melanggar (nudity/sexual content eksplisit, kekerasan ekstrem, drugs, dan lain-lain).
"Sistem Rating Game Indonesia memberi label game dengan konten seksual dewasa sebagai game yang cocok untuk usia 3 tahun ke atas. Sementara game pemenang penghargaan seperti Claire Obscure dan Metal Gear Solid Delta diberi label tidak layak untuk didistribusikan di Indonesia," tulis Kris Antoni, founder Toge Production.
"IGRS ini gak usah dijadikan patokan ges, jadi bahan ketawaan aja di tongkrongan," nyinyir @na**a**pen.
Baca Juga: Xiaomi 17T Series Lolos Sertifikasi Postel Komdigi, Peluncuran Bakal Lebih Cepat
"Civ VI ditandain 18+, Plants vs Zombies 18+, A Date with Death 13+ (LGBTQ+ btw), PUBG 3+, dll. Fix, sistem IGRS buruk sekali. Rating kelihatan berdasarkan checklist ada/tidak, bukan konteks," pendapat @ju**a*u.
Apa Itu IGRS?
IGRS adalah singkatan dari Indonesia Game Rating System. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) menerapkan IGRS untuk mengklasifikasikan judul game berdasarkan segmen usia pengguna.
"Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah platform dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI agar permainan digital di Indonesia lebih tepat sasaran," bunyi keterangan dikutip dari laman resmi IGRS.
Pemerintah diketahui menerapkan sistem klasifikasi game untuk mengatur peredaran berdasarkan kelompok usia dan muatan kontennya. Berikut beberapa kategorinya:
- 3+ (Hijau): Untuk semua usia (tidak ada konten dewasa, kekerasan, atau bahasa kasar).
- 7+ (Biru): Untuk anak-anak (mungkin mengandung kekerasan kartun ringan).
- 13+ (Kuning): Untuk remaja awal (boleh ada kekerasan moderat dan romansa ringan).
- 15+ (Jingga): Untuk remaja menengah (boleh ada penggunaan alkohol/rokok dalam konteks cerita).
- 18+ (Merah): Untuk dewasa (boleh mengandung kekerasan realistis dan tema dewasa).
- RC (Refused Classification), Not Fit For Distribution: Game yang tidak layak didistribusikan karena melanggar regulasi nasional.
Menurut Komdigi, data terbaru mengungkap bahwa terdapat 4.828 total game yang terdaftar.
Selain itu, mereka juga telah menyaring judul dari 2.910 publisher. Berikut statistik game atau permainan yang sudah diklasifikasikan platform IGRS:
- 3519: Jumlah Permainan Rating Usia 3 Tahun Ke Atas
- 15: Jumlah Permainan Rating Usia 7 Tahun Ke Atas
- 2520: Jumlah Permainan Rating Usia 13 Tahun Ke Atas
- 286: Jumlah Permainan Rating Usia 15 Tahun Ke Atas
- 1373: Jumlah Permainan Rating Usia 18 Tahun Ke Atas
Usai ramai menuai sorotan, Steam nampak mengganti platform rating IGRS menjadi PEGI (Pan European Game Information).
Berita Terkait
-
Game Zombie State of Decay 3 Bangkit Lagi, Fase Uji Coba Segera Dibuka
-
63 Kode Redeem FF Max Terbaru 5 April 2026: Ada Scar Shadow, Diamond, dan Bundel Funny
-
Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang
-
Meta dan Google Dipanggil Komdigi, KPAI Tegaskan Platform Digital Wajib Patuhi PP Tunas
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
iQOO Pad 6 Pro Andalkan Chipset Terkencang Snapdragon, Harga Tembus Rp11 Jutaan
-
Axioo Gandeng Primacom Bangun Infrastruktur AI Lokal, Dorong Kedaulatan Data Indonesia
-
Acer Rilis Laptop AI Swift Series Terbaru, Copilot+ PC Tipis dengan Baterai Tahan 26 Jam
-
Vivo Y600 Turbo Debut 25 Mei dengan Baterai Jumbo, Vivo Y500 Bersiap ke Indonesia
-
Spesifikasi iQOO 15T: Usung Dimensity 9500 Monster Edition dan Kamera 200 MP
-
Setelah Bertahun-tahun Hilang, Fortnite Resmi Kembali ke App Store
-
7 Pilihan HP Snapdragon RAM 12 GB Anti Lemot untuk Gaming
-
POCO Pad C1 Muncul di Situs Resmi, Tablet Murah Terbaru Bersiap ke Indonesia
-
7 HP Snapdragon 8 Elite Gen 5, Performa Gahar untuk Gaming dan Multitasking
-
Resmi Tantang Xiaomi 15T Pro, iQOO 15T Andalkan Chip Flagship Terbaru dan RAM 16 GB