- IGRS sedang ramai diperbincangkan di kalangan gamer Indonesia karena kontroversi klasifikasi game.
- Beberapa game dewasa dikategorikan "3+", sementara judul populer lain masuk Not Fit For Distribution.
- Jauh sebelum IGRS, ada ESRB dan PEGI yang sudah puluhan tahun menjadi acuan global untuk rating game.
Di samping angka tersebut, terdapat ikon kecil yang menjelaskan alasan penentuan rating, seperti kekerasan, bahasa kasar, atau konten seksual.
Baru-baru ini, PEGI mengumumkan pembaruan sistem yang mulai diterapkan pada Juni 2026.
Dalam skema terbaru ini, faktor-faktor seperti monetisasi dan interaksi online juga menjadi pertimbangan dalam menentukan rating usia.
Beberapa elemen yang diperhitungkan antara lain sebagai berikut.
- Loot box atau item acak berbayar.
- Penawaran pembelian dengan waktu terbatas.
- Sistem login harian dan reward berbasis waktu.
- Komunikasi antar pemain tanpa filter.
Akibatnya, game dengan fitur tertentu bisa mendapatkan rating lebih tinggi.
Misalnya, loot box dapat mendorong rating naik menjadi PEGI 16 atau 18 tergantung bagaimana mekanismenya diterapkan. Bahkan, game dengan interaksi online tanpa kontrol dapat langsung dikategorikan 18+.
Perbandingan IGRS dengan PEGI dan ESRB
Sebagai sistem klasifikasi batasan usia resmi milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang baru diterapkan di Indonesia, IGRS sebenarnya memiliki kategori usia yang mirip dengan PEGI.
Kategori usia IGRS, yaitu 3+, 7+, 13+, 15+, 18+, ditambah kategori RC (Refused Classification) untuk game yang tidak lolos.
Bedanya, IGRS disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan norma di Indonesia, termasuk pertimbangan yang lebih ketat terhadap konten perjudian, interaksi online berbahaya, serta hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan masyarakat lokal.
Baca Juga: Apa Itu IGRS? Viral Usai Game Populer Kena Blokir
Keberadaan PEGI dan ESRB selama ini berhasil menjaga keseimbangan antara kebebasan berkreasi developer dan perlindungan bagi pemain, terutama anak-anak.
Kedua sistem itu sudah terbukti efektif di pasar global. Banyak game besar di Steam, PlayStation, atau Nintendo Switch selalu mencantumkan rating ESRB atau PEGI di kemasan dan halaman unduhannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
6 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan, Andalan untuk Ojek Online hingga Pelajar
-
Gampang Banget, Begini Cara Bikin Caption Berbeda di Tiap Foto Carousel Instagram
-
3 HP Midrange Alternatif Samsung Galaxy A57, Fitur Canggih Harga Beda Tipis
-
20 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Juli 2026, Klaim Pemain OVR Tinggi dan Star Shards Gratis
-
5 Rekomendasi HP Baterai 6000 mAh Rp1 Jutaan, Awet Seharian untuk Gaming hingga Streaming
-
6 Pilihan HP 5G RAM 12 GB Terbaik Harga Rp5 Jutaan, Spek dan Performa Juara
-
Mulai 19 Juli 2026 Cara Daftar Kartu Perdana Berubah Total! Simak Aturannya
-
Adu Kamera Samsung S26 Ultra vs Oppo Find X9 Ultra, Mana yang Lebih Cakep?
-
4 HP Samsung Galaxy A Series Termurah Juli 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Harga HP Naik Terus? Ini Waktu Terbaik Ganti HP Baru Menurut David GadgetIn