-
Steam resmi mencopot sistem rating IGRS dan kembali menggunakan standar PEGI.
-
IGRS viral di media sosial akibat inkonsistensi penilaian konten game populer.
-
Gamer menyambut positif pergantian ini karena akses game kini lebih terbuka.
Suara.com - IGRS atau Indonesia Game Rating System menjadi sorotan netizen pada minggu ini. Setelah menuai kontroversi dan viral, Steam lantas mencopot IGRS serta memilih memakai platform rating lain.
Perlu diketahui, IGRS trending pada 5-6 April 2026 di X regional Indonesia.
Tak hanya X, IGRS ramai menjadi sorotan pada fanspage forum game di Facebook dan Instagram.
"FYI, Steam hari ini sudah me-rollback rating IGRS. Sekarang yang muncul rating lain," tulis Kris Antoni selaku pelaku industri serta founder publisher game Toge Productions.
Pantauan Suara.com, Steam kembali memberlakukan platform rating PEGI setelah sebelumnya sempat memakai IGRS.
Kebijakan tersebut kemungkinan 'hanya sementara' mengingat IGRS dibuat berdasarkan peraturan pemerintah.
Pergantian IGRS ke PEGI justru menuai tanggapan positif dari gamer.
"Udahlah jangan bikin repot pakai IGRS. Jadi kacau nanti yang sudah nunggu GTA 6," cuit @ji**o**mas.
"Kapan sih lembaga yang itu becus kerjanya? Judol tuh urus, internet murah berkualitas tuh urus, bikin ekosistem digital yang canggih tuh urus," kritik @Ruu**uk**Gu*lit.
Baca Juga: Properti Barat Jakarta Makin Seksi, Akses Tol Baru Jadi Game Changer!
"Ribet bener pemerintah sampai ngerepotin Steam segininya," pendapat @Se**u8***58.
Setelah pergantian ke PEGI pada 6 April 2026, beberapa game bertuliskan 'Not Fit For Distribution' di IGRS sekarang dapat diakses.
Meski begitu, beberapa gamer khawatir akan potensi pemblokiran game jika RC (Refused Classification) dalam Indonesia Game Rating System (IGRS) aktif kembali.
Menurut keterangan Komdigi pada Oktober 2025, IGRS menjadi bagian dari kebijakan pemerintah yang memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS Nomor 17 Tahun 2025.
Itu mencakup tata kelola berbasis risiko bagi penyelenggara sistem elektronik yang menekankan aspek privasi, keamanan data, dan literasi digital keluarga.
Usai berbagai kehebohan, Steam sekarang memilih memakai PEGI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
iQOO Pad 6 Pro Andalkan Chipset Terkencang Snapdragon, Harga Tembus Rp11 Jutaan
-
Axioo Gandeng Primacom Bangun Infrastruktur AI Lokal, Dorong Kedaulatan Data Indonesia
-
Acer Rilis Laptop AI Swift Series Terbaru, Copilot+ PC Tipis dengan Baterai Tahan 26 Jam
-
Vivo Y600 Turbo Debut 25 Mei dengan Baterai Jumbo, Vivo Y500 Bersiap ke Indonesia
-
Spesifikasi iQOO 15T: Usung Dimensity 9500 Monster Edition dan Kamera 200 MP
-
Setelah Bertahun-tahun Hilang, Fortnite Resmi Kembali ke App Store
-
7 Pilihan HP Snapdragon RAM 12 GB Anti Lemot untuk Gaming
-
POCO Pad C1 Muncul di Situs Resmi, Tablet Murah Terbaru Bersiap ke Indonesia
-
7 HP Snapdragon 8 Elite Gen 5, Performa Gahar untuk Gaming dan Multitasking
-
Resmi Tantang Xiaomi 15T Pro, iQOO 15T Andalkan Chip Flagship Terbaru dan RAM 16 GB