-
Mantan pengembang Rockstar sebut GTA 6 akan adopsi fitur Red Dead Redemption 2.
-
Mekanisme Dead Eye dan sistem reputasi diprediksi muncul kembali di GTA 6.
-
Rockstar Games gemar mengembangkan ide sukses dari judul game lama mereka sebelumnya.
Suara.com - Grand Theft Auto VI (GTA 6) merupakan game aksi-petualangan dunia terbuka paling dinanti pada tahun ini. Menjelang peluncuran, berbagai bocoran tentang GTA 6 beredar ke publik.
Di tengah lautan spekulasi, sebuah pandangan menarik datang dari orang dalam, yaitu mantan pengembang Rockstar Games, Robb Carr.
Menurut Carr, untuk menebak fitur GTA 6, kita mungkin hanya perlu melihat kembali mahakarya Rockstar sebelumnya, Red Dead Redemption 2.
Robb Carr, yang memiliki pengalaman sebagai perancang audio untuk game ikonik seperti RDR2 dan Grand Theft Auto V, mengungkapkan keyakinannya bahwa Rockstar memiliki kebiasaan untuk tidak membuang ide bagus, melainkan mengembangkannya.
Ia menunjuk contoh konkret dari GTA V yang mengadaptasi sistem Dead Eye dari Red Dead Redemption pertama menjadi kemampuan spesial gerak lambat milik Michael De Santa.
“Bahkan di GTA V mereka mengambil sistem Dead Eye. Mereka menggunakan Dead Eye sebagai salah satu kemampuan khusus untuk salah satu karakter utama,” jelas Carr dikutip dari kanal YouTube Kiwi Talkz.
Hal ini membuktikan bahwa mekanisme yang disukai penggemar sering kali diolah kembali untuk judul-judul berikutnya, memberikan nuansa baru pada formula yang sudah terbukti berhasil.
Sejak dirilis pada 2018, Red Dead Redemption 2 telah menetapkan standar baru untuk game dunia terbuka dengan realisme yang belum pernah ada pada generasi pendahulu.
Mulai dari sistem kehormatan dinamis di mana NPC akan mengingat perlakuanmu, hingga detail kecil seperti reaksi kuda terhadap cuaca.
Baca Juga: Viral Diprotes Gamers, Komdigi Akhirnya Akui IGRS Aneh
Banyak yang berspekulasi bahwa GTA 6 akan membawa tingkat realisme ini ke level berikutnya.
Bayangkan sistem reputasi yang sama diterapkan di jalanan Vice City yang ramai, di mana tindakan kriminalmu akan memengaruhi cara polisi dan warga sipil berinteraksi secara permanen.
Ini akan menciptakan dunia yang jauh lebih imersif dan responsif.
Meskipun Carr menegaskan bahwa ia tidak membocorkan rahasia apa pun, prediksinya didasarkan pada pengalaman bertahun-tahun di dalam studio legendaris tersebut.
“Saya akan sangat terkejut jika mereka tidak melakukan hal seperti itu. Saya akan sangat, sangat terkejut. Saya akan terkejut jika mereka tidak menggunakan sesuatu dari Red Dead 2," pungkas Carr.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
Terkini
-
Update Daftar Harga HP Honor April 2026 Lengkap dengan Seri Tablet
-
5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
-
Daftar Harga HP Motorola April 2026 Lengkap dari Seri Moto G hingga Edge
-
Duel POCO X8 Pro Max vs POCO X8 Pro untuk Performa Chipset dan Baterai Jumbo
-
Game of Thrones Dragonfire Resmi Tersedia di Android dan iOS, Jadi Game Gratis
-
Tablet Murah Anyar, Motorola Moto Pad 2026 Usung Chip Dimensity
-
Usai Pernyataan Gencatan Senjata, Trump Dikhawatirkan Berubah Pikiran Lagi
-
5 Tablet dengan Fitur Fast Charging Terbaik, Baterai Full Dalam Sekejap
-
5 Rekomendasi Smart TV dengan Fitur AI, Upgrade Pengalaman Nonton
-
Bocoran Anyar Aluminium OS: UI Premium, Sistem Diklaim Lebih Kencang dari ChromeOS