Komdigi dan Asosiasi Game Indonesia bahas polemik label RC di Steam.
Kekacauan rating IGRS terjadi akibat bug teknis dan masalah sinkronisasi data.
Banyak game lama otomatis kena RC karena belum mengisi kuesioner terbaru.
"Nah, ini berikut beberapa poin yang kita minta klarifikasi bersama. Isu pertama adalah soal rating yang salah. Jadi Komdigi dan Steam itu memang sudah tektokan komunikasi dari 2 tahun lalu. Diskusinya pun cukup lancar dan aman-aman aja. Karena buat Steam regulasi rating seperti ini hal yang biasa mereka lakukan. Tapi kenapa bisa nggak pas nih hasilnya? Penyebabnya pertama adalah tidak semua game di Steam sudah mengisi kuesioner. Jadi kan tiap negara ini punya ratingnya sendiri-sendiri, dan itu di-compile jadi satu kuesioner, yang ketika kita selesai mengisi, kita akan punya rating ESRB, PEGI, dan lain-lain. Masalahnya Steam itu baru mengimplementasikan kuesioner ini belum lama ini. Jadi sebelum Steam punya kuesioner, game-game yang ada sebelum ini, yang lama-lama itu memang otomatis tidak bisa di-convert ke rating, dan dia pasti akan dapat RC di semua negara termasuk di Indonesia," kata Adam.
Sistem IGRS yang seharusnya masih dalam tahap sinkronisasi, terlanjur tayang ke publik.
Selain itu, banyak game lama di Steam belum mengisi kuesioner rating yang baru, sehingga otomatis mendapatkan label RC.
Meski sudah ada penjelasan, para pelaku industri alias gamedev tetap menyuarakan keresahan yang lebih dalam.
Mereka khawatir sistem IGRS dan label RC bisa menjadi senjata untuk melakukan pemblokiran dan sensor sewenang-wenang di masa depan.
Hal ini dinilai dapat menghambat pertumbuhan developer baru dan membuat pasar lokal tidak ramah bagi karya anak bangsa.
Pihak Komdigi sendiri menyatakan bahwa tujuan IGRS adalah melindungi konsumen, layaknya label informasi alergi pada makanan, dan pemblokiran adalah langkah terakhir setelah teguran berulang.
Dialog antara pemerintah dan pelaku industri masih terus berjalan untuk menyempurnakan regulasi yang dinilai belum matang ini.
Kejelasan dan transparansi menjadi kunci agar IGRS benar-benar berfungsi sebagai pemandu, bukan sebagai gerbang penghalang kreativitas.
Baca Juga: Klarifikasi Resmi Steam Terkait Sistem Rating IGRS: Ada Bug Teknis
"Pak Sony menjelaskan lagi bahwa Komdigi tidak bisa memblok karya kecuali memang sudah diberikan teguran berulang-ulang dan memang ada dorongan dari keresahan masyarakat. Tapi sayangnya RC ini memang digunakan di negara lain sebagai produk yang diblokir. Jadi sebaiknya ada label lain yang diberikan agar konsumen tahu bahwa game ini masih dalam pemeriksaan atau belum memberikan info konten mereka, tetapi masih bisa dikonsumsi," bunyi keterangan ringkasan FGD AGI dengan Komdigi.
Berita Terkait
-
Peluncuran Game James Bond 007 First Light untuk Switch 2 Ditunda, PC Sesuai Jadwal
-
Penjelasan Update Free Fire 'Misteri Bawah Laut' 8 April, Ada Tips Klaim Hadiah Anyar
-
GTA 6 Diprediksi Mengadopsi Fitur Terbaik dari Red Dead Redemption 2
-
Game of Thrones Dragonfire Resmi Tersedia di Android dan iOS, Jadi Game Gratis
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru
-
Motorola Moto G77 Power Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera Sony LYT-600
-
Oppo Reno16 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp7 Jutaan dan Banjir Promo
-
4 Pilihan HP POCO Rp1 Jutaan Terbaik: NFC, Memori Besar hingga Layar AMOLED
-
Strava Kena PPN 11 Persen di Indonesia? Ini Penjelasan Resmi yang Perlu Diketahui Pengguna
-
Viral Video Petani Tuban Terbang Pakai Drone, Memangnya Drone Bisa Angkat Manusia?
-
Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Murah untuk Gen Z dengan Internet Tanpa WiFi
-
4 HP Vivo Terbaru Ini Punya Baterai Raksasa hingga 8100 mAh, Layar Super Terang
-
2 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta Terbaik
-
Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB