-
BMKG memprediksi meluasnya awan Cumulonimbus di Indonesia pada 15-21 April 2026.
-
Awan Cumulonimbus berpotensi memicu hujan lebat, petir, dan angin kencang ekstrem.
-
Masyarakat diimbau waspada dan memantau peringatan dini cuaca resmi dari BMKG.
Apa Itu Awan Cumulonimbus?
Cumulonimbus merupakan merupakan awan vertikal dengan bentuk padat menjulang tinggi.
Dalam kondisi tertentu, awan ini mampu menimbulkan hujan deras lokal, badai petir, puting beliung, bahkan hujan es.
Pembentukan awan Cumulonimbus dimulai saat Matahari memanaskan permukaan Bumi, yang menyebabkan udara hangat dan lembap naik secara vertikal dengan sangat cepat ke atmosfer.
Saat udara ini mendingin di ketinggian tertentu, uap air di dalamnya mengembun menjadi butiran air yang awalnya membentuk awan putih kecil, namun terus tumbuh menjulang tinggi karena dorongan energi panas yang sangat kuat dan berkelanjutan dari bawah.
Awan akan terus berkembang hingga puncaknya membeku menjadi kristal es dan terhenti oleh lapisan atmosfer yang stabil, sehingga bentuknya melebar menyerupai landasan besi yang datar di bagian atas.
Di dalam struktur raksasa, terjadi pergolakan arus udara yang sangat hebat serta gesekan antar partikel es.
Itu memicu terjadinya badai, petir, dan hujan deras, menjadikan awan ini sebagai salah satu fenomena cuaca yang paling kuat di Bumi.
Awan Cumulonimbus merupakan bahaya yang signifikan bagi penerbangan, terutama karena arus angin kuat, tetapi juga karena jarak pandang yang berkurang dan petir.
Baca Juga: Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
Pergerakan serta potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus bisa dilihat via ilustrasi dari laman resmi BMKG di LINK INI.
Berita Terkait
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir
-
Iran Hancurkan Infrastuktur Cloud AWS di Bahrain! Google, Microsoft dan Apple Target Selanjutnya
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak
-
India 'Buang Muka' dari Sawit Indonesia, Harga Referensi CPO Juni 2026 Terkoreksi 1,91 Persen
-
Redmi Headphones Neo Lolos Sertifikasi Komdigi, Usung Hi-Res dan Baterai Tahan Lama
-
Hacker Gunakan Kode QR Teks untuk Kelabuhi Email Security, Ini Cara Kerjanya
-
Gunakan Snapdragon X2, Baterai Acer Swift Spin 14 AI Diklaim Tahan Seharian
-
Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
-
Daftar 40 HP Xiaomi yang Sudah Dapat HyperOS 3.1, Cek Apakah Ponsel Anda Masuk?