- BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek selama periode 13 hingga 17 April 2026.
- Potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, dan tanah longsor.
- Masyarakat diimbau tetap siaga serta proaktif memantau perkembangan cuaca untuk meminimalisir risiko kerugian selama periode tersebut.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyelimuti wilayah Jabodetabek.
Peringatan ini berlaku selama lima hari ke depan, terhitung mulai tanggal 13 hingga 17 April 2026 mendatang.
Berdasarkan pantauan data BMKG, wilayah Kabupaten Bogor menjadi daerah yang mendapat atensi khusus dengan status Siaga pada Senin (13/4/2026) ini.
Situasi cuaca diprediksi akan fluktuatif, di mana status Siaga bisa bergeser ke wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu pada Rabu (15/4/2026) mendatang.
Sementara pada Kamis (16/4/2026), status Siaga bergeser ke wilayah Jakarta Selatan dan Kabupaten Bogor, dengan warga Jakarta Timur juga masih diimbau bersiap menghadapi ancaman cuaca buruk.
"Berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat," tulis keterangan dalam unggahan resmi BMKG.
Selain Jakarta, daerah penyangga seperti Bekasi, Tangerang, dan Depok juga ditetapkan berada dalam level Waspada atau berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat sepanjang periode peringatan.
Fenomena atmosfer ini dikhawatirkan dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi yang dapat mengusik aktivitas harian penduduk.
Potensi dampak yang mungkin timbul mencakup genangan air di pemukiman, luapan air sungai yang melampaui batas normal, hingga ancaman tanah longsor.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Ini
BMKG menegaskan bahwa koordinasi dan kesiapan dari setiap individu menjadi faktor krusial dalam meminimalisir risiko kerugian.
"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem," imbau BMKG dalam lanjutan unggahan resmi mereka.
Warga juga diminta untuk senantiasa proaktif dalam memantau perkembangan cuaca serta melaporkan kejadian bencana guna mempercepat proses mitigasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
Terkini
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung