Tekno / Sains
Selasa, 21 April 2026 | 11:52 WIB
Bahaya Ikan Sapu-Sapu bagi Ekosistem: Jakarta Basmi Spesies di Sungai (ipb.ac.id)

Ikan sapu-sapu merupakan penyaring makanan yang sangat kuat.

Saat hidup di sungai-sungai yang tercemar, sapu-sapu menyerap logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium ke dalam daging serta organ tubuhnya.

Ikan ini mengumpulkan polutan dari limbah industri dan domestik di dalam tubuhnya. Sebagian besar populasi di kota besar hidup di air dengan kadar oksigen rendah dan polusi tinggi.

Mengonsumsi ikan ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan keracunan logam berat yang merusak sistem saraf dan organ dalam manusia.

Maka dari itu karena itu, ikan sapu-sapu di Indonesia lebih tepat berfungsi sebagai indikator kebersihan air daripada bahan pangan.

Warga mengangkut ikan sapu-sapu saat operasi pembersihan di Sungai Ciliwung, Cililitan, Jakarta, Jumat (17/4/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom]

Sebagai 'tukang bersih-bersih' akuarium

Manfaat yang paling populer dari sapu-sapu selain sebagai makanan perannya sebagai pembersih alami di akuarium terkontrol.

Ikan ini memiliki mulut yang berfungsi seperti alat hisap untuk memakan lumut dan alga yang menempel pada kaca atau dekorasi akuarium.

Kebiasaan ikan ini sangat membantu menjaga kejernihan air tanpa harus terlalu sering menguras tangki secara manual.

Baca Juga: Selain Ikan Sapu-Sapu, 7 Spesies 'Monster' Ini Juga Merusak Ekosistem Perairan Indonesia

Bahan baku industri non-pangan

Karena kandungan protein dan mineralnya yang tinggi, ikan sapu-sapu sering diolah menjadi tepung ikan.

Tepung ini merupakan komponen penting dalam pembuatan pakan ternak (seperti ayam atau bebek) dan pakan ikan budidaya lainnya.

Selain itu, kulitnya yang sangat keras dan bersisik kasar berpotensi untuk dikembangkan dalam industri kerajinan kulit atau gelatin.

Pengendali ekosistem terrkontrol

Saat hidup di lingkungan perairan buatan, ikan ini membantu menekan pertumbuhan populasi alga yang berlebihan (eutrofikasi).

Load More