Ikan sapu-sapu merupakan penyaring makanan yang sangat kuat.
Saat hidup di sungai-sungai yang tercemar, sapu-sapu menyerap logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium ke dalam daging serta organ tubuhnya.
Ikan ini mengumpulkan polutan dari limbah industri dan domestik di dalam tubuhnya. Sebagian besar populasi di kota besar hidup di air dengan kadar oksigen rendah dan polusi tinggi.
Mengonsumsi ikan ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan keracunan logam berat yang merusak sistem saraf dan organ dalam manusia.
Maka dari itu karena itu, ikan sapu-sapu di Indonesia lebih tepat berfungsi sebagai indikator kebersihan air daripada bahan pangan.
Sebagai 'tukang bersih-bersih' akuarium
Manfaat yang paling populer dari sapu-sapu selain sebagai makanan perannya sebagai pembersih alami di akuarium terkontrol.
Ikan ini memiliki mulut yang berfungsi seperti alat hisap untuk memakan lumut dan alga yang menempel pada kaca atau dekorasi akuarium.
Kebiasaan ikan ini sangat membantu menjaga kejernihan air tanpa harus terlalu sering menguras tangki secara manual.
Baca Juga: Selain Ikan Sapu-Sapu, 7 Spesies 'Monster' Ini Juga Merusak Ekosistem Perairan Indonesia
Bahan baku industri non-pangan
Karena kandungan protein dan mineralnya yang tinggi, ikan sapu-sapu sering diolah menjadi tepung ikan.
Tepung ini merupakan komponen penting dalam pembuatan pakan ternak (seperti ayam atau bebek) dan pakan ikan budidaya lainnya.
Selain itu, kulitnya yang sangat keras dan bersisik kasar berpotensi untuk dikembangkan dalam industri kerajinan kulit atau gelatin.
Pengendali ekosistem terrkontrol
Saat hidup di lingkungan perairan buatan, ikan ini membantu menekan pertumbuhan populasi alga yang berlebihan (eutrofikasi).
Namun, perlu diingat bahwa pelepasan ikan ini ke sungai liar harus dihindari karena sifatnya yang invasif dapat merusak keseimbangan ekosistem asli.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Telkomsel Ungkap 361 BTS Sudah Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
-
SheHacks dan AI Jadi Kunci UMKM Perempuan Indonesia Naik Kelas di Era Digital
-
Game Silent Hill: Townfall Meluncur 24 September 2026 ke PS5 hingga PC
-
Turnamen Yu-Gi-Oh! World Championship 2026 Resmi Dimulai, Tebar Hadiah Gratis
-
Pertolongan Pertama HP Kemasukan Air, Lakukan 7 Langkah Ini agar Tidak Mati Total
-
5 HP Android dengan Desain Kamera Boba 3 Mirip iPhone Seri Pro, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Rekomendasi Google TV Murah, Harga Mulai 1 Jutaan Fitur Premium
-
5 HP Snapdragon 8 Gen 5 Terbaik 2026, Performa Monster untuk Gaming hingga Fotografi
-
7 HP OPPO RAM 8GB Terbaru 2026, Baterai Jumbo hingga Layar AMOLED
-
Konservasi Candi Borobudur Memanfaatkan Teknologi Drone 360 Spasial