-
Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi akibatkan 6 orang tewas.
-
Petugas KAI menduga ada sinyal eror sebelum tabrakan hebat terjadi.
-
Kecepatan kereta saat insiden dilaporkan sempat menyentuh angka 110 kilometer per jam.
"Maksudnya tuh kalau misalkan di sini kondisinya tidak aman, kita diamanin dulu gitu pak, ke atas atau ke mana lah," ungkap Railfans.
"Iya paling evakuasinya ke atas, tapi koordinasi sama pihak stasiunnya ya. Amannya sebenarnya ke atas aja sih, langsung di titik evakuasinya kan ini di atas," jawab petugas KAI.
"Enggak maksud tuh pihak kru dari sini Pak, informasikan. Kan ini banyak nih. Barangkali ada yang syok gitu Pak," balas Railfans.
"Sama, kalau syok saya juga syok ini Mas," jawab petugas KAI.
Dugaan Sinyal Eror Sebelum Kecelakaan
Salah seorang kru terekam menjawab pertanyaan apakah terdapat miskomunikasi mengingat kereta jarak jauh menabrak KRL pada jalur yang sama.
"Enggak miskomunikasi, kayaknya ini sinyalnya ada yang eror," ungkap petugas KAI.
Perekam video lantas bertanya mengenai kecelakaan KRL dengan mobil taksi listrik yang terjadi sebelum kecelakaan besar terjadi.
"Tadi nginfoin PK-nya (Pusat Kendali Kereta Api atau OCC), cuman saya belum kopi informasi sepenuhnya, udah keburu sinyal merah ini," jawab kru masinis Argo Bromo.
Baca Juga: Momen Dramatis Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
Usai ditanya apakah sinyal mendadak berubah, kru KAI ungkap itu tak mendadak, namun instruksi dianggap kurang masuk akal. Kecepatan kereta disebut menyentuh 110 km/jam.
"Dibilang mendadak sih enggak, cuman harusnya itu kan enggak bisa merah, soalnya dari Bekasinya hijau. Koneksi harusnya kalau hijau, sini maksimal kuning, enggak bisa merah. Kalau soal kecepatan, kecepatannya lumayan, udah hampir menyentuh 100 kan? 110-an," jawab petugas di lokasi kecelakaan.
Berita Terkait
-
Perjalanan Kereta di Stasiun Gambir dan Senen Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi
-
Siapa yang Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban Tabrakan Kereta Api
-
Green SM Buka Suara Usai Keterlibatan Taksi dalam Kecelakaan KA di Bekasi
-
Puluhan Korban Tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL Dirawat Intensif di RSUD Bekasi
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN
-
Limbah Elektronik Makin Mengkhawatirkan, Acer Gerakkan 150 Changemaker dari Sekolah
-
Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada
-
HP Flagship Anyar, Honor Magic 9 Bakal Bawa Stylus dan Layar Mewah Compact