- Presiden Trump dan Xi Jinping sepakat menjaga Selat Hormuz tetap terbuka guna menjamin kelancaran distribusi energi dunia.
- Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral di Beijing pada Kamis, 14 Mei 2026, untuk membahas isu internasional.
- Kedua pemimpin turut mendiskusikan peluang peningkatan kerja sama ekonomi serta isu sensitif terkait kedaulatan wilayah di Taiwan.
Suara.com - Gedung Putih menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap dibuka demi menjaga kelancaran distribusi energi dunia.
Kesepakatan itu disampaikan setelah kedua pemimpin menggelar pertemuan di Beijing pada Kamis (14/5/2026). Gedung Putih menyebut pembicaraan Trump dan Xi berlangsung dengan baik.
"Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas," kata Gedung Putih dalam pernyataannya dinukil dari AFP.
Ketegangan di kawasan Selat Hormuz meningkat sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu.
Saat konflik berlangsung, Teheran menutup aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia.
Sebagai balasan, AS menerapkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April.
China menjadi salah satu negara yang paling terdampak akibat terganggunya jalur energi tersebut.
Berdasarkan data perusahaan analis maritim Kpler, lebih dari setengah impor minyak mentah China yang dikirim lewat jalur laut berasal dari Timur Tengah dan mayoritas melewati Selat Hormuz.
Gedung Putih juga mengklaim Xi menunjukkan ketertarikan untuk membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat guna mengurangi ketergantungan China terhadap jalur Selat Hormuz.
Baca Juga: Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket
Namun, pemerintah China tidak menyinggung hal tersebut dalam pernyataan resminya.
Kementerian Luar Negeri China hanya menyebut Trump dan Xi membahas sejumlah isu internasional, termasuk perang di Timur Tengah, konflik Ukraina, dan situasi Semenanjung Korea.
"Kedua kepala negara saling bertukar pandangan tentang isu-isu internasional dan regional utama, termasuk situasi di TimurTengah, krisis Ukraina, dan Semenanjung Korea," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China.
Pertemuan keduanya berlangsung di Aula Besar Rakyat, Beijing, dalam kunjungan kenegaraan Trump yang sempat tertunda.
Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama Presiden AS ke China dalam satu dekade terakhir.
Xi Jinping menyambut Trump dengan karpet merah dan seremoni kenegaraan sebelum keduanya memulai pembicaraan bilateral.
Berita Terkait
-
Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi
-
Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000
-
Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri
-
7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas
-
Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras
-
Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik
-
Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!
-
Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY
-
BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara
-
Identitas Masih Rahasia! Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan Ahli di Praperadilan Ijazah Palsu Jokowi
-
STA Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mensos: Pahlawan Tak Harus Angkat Senjata
-
Korupsi Haji Meluas! Dito Ariotedjo Diperiksa Terkait Sprindik Baru Tersangka Pihak Swasta